POSITIF CORONA TAMBAH 13, PASIEN SEMBUH 51-Tracing Kasus di DIY Menurun, Tes Covid-19 Berkurang

YOGYA (MERAPI)-Angka penambahan pasien corona di Yogya menurun dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa (20/10) misalnya, pasien positif corona di Yogya hanya bertambah 13 orang. Menurunnya jumlah penambahan pasien dimungkinkan lantaran berkurangnya tes corona.
Sekda DIY Baskara Aji mengakui hal itu. Dia menyebut bahwa selama beberapa hari belakangan ini, jumlah tes sampel Covid-19 yang diperiksa Pemda DIY mengalami pengurangan. Hal ini terjadi bukan karena ketidakmampuan menyediakan peralatan ataupun kekurangan kapasitas laboratorium.
“Tentu kalau kemudian ada pengurangan bukan karena kita kesulitan jumlah reagen, bukan karena kesulitan laboratorium tapi karena hasil tracing tidak memerlukan ada swab massal,” ungkapnya, Selasa (20/10) di Kompleks Kepatihan.

Aji menilai tracing kasus positif jauh lebih efektif daripada tes secara acak. Sehingga wajar apabila tidak ada tracing kontak langsung dan hasilnya sedikit. Dia juga menyebut sampel yang dites jumlahnya sangat dinamis.
“Kalau sedang tidak ada tracing mungkin jumlahnya akan lebih dikit karena sampel yang kita lakukan secara acak itu hasilnya tak optimal. Tapi kalau swab kita lakukan berdasarkan tracing itu lebih efektif karena akan lebih mengarah pada orang yang terkena,” jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah epidemiolog menyarankan pemerintah untuk terus memperbanyak tes Covid-19 terutama bagi provinsi yang masih memiliki tingkat kerendahan testing-nya. Sebab banyaknya tes merupakan kunci keberhasilan pengendalian persebaran virus Covid-19.

Sementara itu, Pemda DIY melaporkan penambahan 13 kasus positif Covid-19 dari 413 sampel dan 381 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 3.356 kasus.
“Distribusi kasus berdasarkan domisili terdiri dari satu warga Kota Yogyakarta, empat warga Bantul, dua warga Kulonprogo, dan enam warga Sleman,” ungkap juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.
Ditambahkan, distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari enam tracing kontak kasus sebelumnya, satu kasus perjalanan luar daerah, satu kasus hasil screening karyawan, tiga kasus periksa mandiri dan dua kasus masih dalam penelusuran.

Selain itu dilaporkan jumlah kasus sembuh sebanyak 51 kasus sehingga total kasus sembuh sebanyak 2.741 kasus, terdiri dari dua warga Kota Yogyakarta, 13 warga Bantul, satu warga Kulonprogo, tiga warga Gunungkidul, dan 32 warga Sleman.(C-4)

Read previous post:
LPAIP UKDW Gelar Workshop Inovasi Pembelajaran Daring untuk Mahasiswa Penyandang Autism Spectrum Disorder

YOGYA (MERAPI) - Sejalan dengan semangat Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta untuk melaksanakan pendidikan inklusif, Lembaga Pengembangan Akademik dan

Close