Rusak Motor dan Lempari 2 Remaja Pakai Batu, 3 Pelajar Ditangkap

MLATI (MERAPI)- Tiga orang pelajar di Sleman harus berurusan dengan pihak Kepolisian Polsek Mlati, Sleman. Mereka ditangkap karena melakukan penyerangan dan perusakan sepeda motor, Sabtu (17/10). Aksi itu salah sasaran lantaran para pelaku mengira korban adalah cah klitih.
Kapolsek Mlati Kompol Hariyanta melalui Kanit Reskrim Iptu Noor Dwi Canyanto SH kepada wartawan, Selasa (20/10) mengatakan, ketiga pelaku adalah TA (16) pelajar warga Turi, JA pelajar (16) warga Sleman dan DY (14) pelajar warga Mlati. Mereka tak ditahan namun wajib lapor dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.
“Aksi perusakan dan kekerasan itu terjadi di Jalan Letkol Subadri Jumeneng Lor, Sumberadi, Mlati. Korbanya AW (17) dan AH (18) warga Caturharjo, Sleman,” ucapnya.

Iptu Noor menambahlkan, petugas mengamankan barang bukti sepeda motor milik korban yang dirusak para pelaku, batu, gir dan potongan bambu yang digunakan para pelaku untuk menghadang dan merusak sepeda motor.
Iptu Dwi mengungkapkan, tindak kekerasan dan perusakan sepeda motor tersebut, berawal saat AW dan AH berboncengan sepeda motor melintas di lokasi tempat kejadian atau di wilayah Jumeneng Lor Sumberadi pada Sabtu tengah malam. Tiba-tiba mereka diserang oleh gerombolan pelaku dengan melempari menggunakan batu. Karena panik, kedua korban kemudian memutuskan untuk kabur. Para pelaku terus mengejar kedua korban. Usai melempari dengan batu, mereka lantas menghadang motor korban menggunakan bambu yang melintang di jalan.

Akibat lemparan batu dan bambu itu, AW dan AH terjatuh. Keduanya kemudian lari ke arah selatan guna menyelamatkan diri dengan meninggalkan sepeda motornya di jalan.
Setelah AW dan AH kabur, para pelaku kemudian merusak sepoda motor korban dengan cara melempari batu dan memukul memakai batang bambu. Puas dengan aksinya, ketiga pelajar ini kabur. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan korban ke Polsek Mlati. Mendapat laporan itu, petugas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Petugas kemudian meminta keterangan korban dan mengumpulkan data pendukung lain yang berhubungan dengan kasus itu.

Dari informasi yang didapat, petugas berhasil mengindentifikasi pelaku. Pada Minggu pagi, para pelaku diamankan di sekitar Sleman. Petugas lalu membawa pelaku ke Mapolsek Mlati. “Kami masih mengembangkan penyelidikan kasus ini,” katanya. Dia menambahkan, dari pengakuan para pelaku, mereka nekat menyerang korban karen mengira mereka sebagai cah klitih. Meski demikian, polisi belum memastikan apakah para pelaku pernah terlibat bentrok sesama geng pelajar sebelumnya atau tidak.
Iptu Noor Dwi Cahyanto menjelaskan karena tiga pelaku masih di bawah umur, petugas tidak menahannya. Kendati demikian, mereka tetap wajib lapor dan polisi tetap memprosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku. “Para pelaku dijerat pasal pasal 170 KUHP atau Pasal 351 KUHP tentang kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun delapan bulan penjara,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
POSITIF CORONA TAMBAH 13, PASIEN SEMBUH 51-Tracing Kasus di DIY Menurun, Tes Covid-19 Berkurang

Close