ERISTA KALIAJI RESTO DI TURI SLEMAN – Sambut Wisatawan di Era Kebiasaan Baru

Pengunjung menikmati menu dari Erista Kaliaji. (HARIAN MERAPI-IST)

TURI (HARIAN MERAPI) – Sleman menjadi salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menarik untuk dikunjungi. Destinasi wisata yang sangat banyak dan menarik, menjadi sasaran wisatawan baik lokal maupun luar daerah.

Saat pandemi Covid-19 dan diberlakukan tanggap darurat, sektor pariwisata ini mati suri karena jumlah pengunjung turun drastis. Bukan hanya tempat-tempat wisata ditutup sementara, kondisi ini juga perdampak pada sektor kuliner dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun, setelah pemerintah mulai memberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), perekonomian mulai menggeliat kembali. Beberapa daerah tujuan wisata dan rumah makan kembali dibuka untuk melayani wisatawan.

Peluang ini ditangkap oleh Erista Adi Setya dan Husein Effendi, untuk membuka rumah makan di objek wisata Embung Kaliaji, Dusun Sangurejo, Wonokerto, Turi. Mengandalkan menu minuman telang dan nasi biru putih, Rumah Makan Erista Kaliaji diyakini akan menarik pecinta kuliner sekaligus mampu meningkatkan jumlah wisatawan untuk berkunjung ke lokasi tersebut.

“Kita sengaja membuka rumah makan di lokasi objek wisata. Harapannya, selain menjajakan menu andalan berbasis bunga telang, sekaligus mengangkat potensi wisata lokal,” kata Erista di lokasi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengembangan rumah makan ini sengaja dibuat di sekitar obyek wisata di Sleman. Selain memudahkan dalam pemasaran, tetapi juga dapat bersinergi dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisata.

Agar menarik pembeli, harga yang ditawarkan juga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Menu yang ditawarkan pun beragam dengan ciri khas tersendiri. Seperti nasi biru putih, minuman berbahan dasar telang dengan dicampur bahan lainnya seperti soda gembira, lemon, stroberi, kelapa muda dan lain-lain.

“Selain itu dengan suasana yang menarik sambil memandang embung di depan resto, kami juga menyediakan minuman hangat seperti jahe susu, wedang sereh, kopi tubruk Arabika maupun robusta. Sedang untuk menemaninya kami juga menyajikan berbagai kudapan seperti roti bakar, pisang goreng, mendoan dan juga singkong dan kentang,” kata Husein Effendi, salah satu pemilik Erista Kaliaji.

Di rumah makan yang buka sejak 10 Oktober lalu ini juga menyediakan tempat parkir untuk sepeda yang cukup representatif. “Setiap Sabtu dan Minggu sudah cukup banyak goweser yang mampir. Ini menjadi alternatif baru destinasi goweser,” terang Erista.

Untuk menjaga kesehatan agar tidak terjadi klaster baru Covid-19, pihaknya melengkapi tempat cuci tangan dan disediakan alat pengukur suhu bagi pengunjung.

“Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, kami tidak sembarangan asal buka. Tetapi tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sediakan tempat cuci tangan dan sabun, mengukur suhu tubuh pembeli dan mengatur jarak pengunjung,” tambah Husein. (Awn)

Salah satu menu andalan Erista Kaliaji. (HARIAN MERAPI-IST)

Read previous post:
ilustrasi
Rusak Motor dan Lempari 2 Remaja Pakai Batu, 3 Pelajar Ditangkap

Close