Nonton Dangdut Bawa Pedang, 12 Pelajar Diamankan

TURI (MERAPI)- Aparat Polsek Turi Sleman, mengamankan belasan orang pelajar di wilayah Sleman setelah kedapatan membawa senjata tajam jenis pedang, Sabtu (17/10) malam. Mereka mengaku membawa pedang untuk jaga-jaga usai bareng-bareng nonton dangdut. Satu pelaku dijerat pasal pidana atas kepemilikan senjata tajam.
Kapolsek Turi Iptu Aditya Permana kepada wartawan, Senin (19/10) mengatakan, total remaja yang diamankan ada 12 orang. Mereka adalah FF(16), ARP (16), AA (20), LP (17), AD (16), AN (19), MFF (17), DS (16), TAW (15), BM (16) dan BNH (16).

“Para remaja ini berasal dari Kecamatan Seyegan, Kecamatan Sleman, Kecamatan Mlati, Kecamatan Tempel, dan Kecamatan Godean,” beber Iptu Aditya. Dijelaskan, penangkapan itu bermula saat petugas mencurigai ada gerombolan remaja melintas di Jalan Turi-Sleman pada Sabtu malam. Petugas yang patroli lantas menghentikan rombongan itu di simpang 4 Kecamatan Turi dan dilakukan penggeledahan.
“Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata ada salah satu dari gerombolan tersebut berinisial FF membawa pedang,” ucapnya.
Selanjutnya mereka digelandang ke Polsek Turi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan, rombongan tersebut dalam perjalanan pulang usai dangdutan di sebuah hotel wilayah Ngemplak, Sleman.
“Pedang itu diletakkan di dalam jaket. Pengakuanya untuk berjaga-jaga,” katanya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap FF, kata dia, petugas memperoleh keterangan pedang dibawa untuk berjaga-jaga di jalan karena takut diserang oleh kelompok lain. Namun petugas tidak begitu saja mempercayai ucapan para pelaku.
“Meskipun pengakuannya untuk berjaga-jaga. Terhadap FF akan diproses lebih lanjut karena memilik senjata tajam pedang,” tandasnya.
Iptu Aditya menambahkan terhadap FF di jerat UU Darutar, Pasal 1 ayat 2 No tahun 1951 dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. Saat ini yang bersangkutan telah dilakukan penahanan di Mapolsek Turi. (Shn)

Read previous post:
Yogya Tambah Lumbung Pangan Mataram

Close