Pemkot Yogya Siapkan Rp 500 Juta untuk Dana Insidental Perbaikan Talut


UMBULHARJO (MERAPI)- Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta mengalokasikan anggaran Rp 500 juta dari APBD Perubahan 2020 untuk dana insidental perbaikan talud dan saluran air hujan jika ada kerusakan. Itu adalah tambahan anggaran karena dana insidental untuk perbaikan kerusakan talut dan saluran air hujan dari APBD murni 2020 sudah habis.
“Dana insidental dari anggaran murni sudah habis karena terbatas untuk penanganan Covid-19. Makanya di APBD Perubahan ada tambahan alokasi Rp 500 juta untuk dana insidental jika ada kerusakan,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Aki Lukman Nor Hakim, Jumat (16/10).

Dia menyatakan tambahan dana insidental itu hanya untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan talut maupun saluran air hujan sampai akhir Oktober 2020. Mengingat sisa waktu pelaksanaan untuk memperbaiki kerusakan dan penggunaan APBD Perubahan Kota Yogyakarta tahun 2020.
“Syarat kami hanya sampai Oktober. Jika tidak ada kerusakan sampai akhir Oktober, maka anggaran Rp 500 juta kami kembalikan lagi kas daerah. Kami mempertimbangkan waktu selesai untuk melaksanakan perbaikan dan berakhirnya tahun anggaran 2020,” tambahnya.

Dia menyebut apabila pada November atau Desembar ada kerusakan infrastruktur di bidang sumber daya air, maka tidak akan diperbaiki menggunakan dana insidentil. Alasannya karena pekerjaan perbaikan dan laporan keuangan diperkirakan tidak bisa diselesaikan tepat waktu.
“Tapi kami akan coba melihat bagaimana kerusakannya. Kalau rusak mungkin akan diperbaiki sementara agar tidak semakin luas. Pengerjaan oleh tenaga swakelola di PUPKP,” tutur Aki.

Menurutnya perbaikan oleh tenaga swakelola masih bisa dilakukan karena tidak ada tenggat waktu dan proses lelang seperti melibatkan pihak ketiga. Kebutuhan material untuk perbaikan sementara talut atau saluran air hujan juga masih mencukupi di antaranya, 96 bronjong, 300 karung dan boks beton untuk saluarn air hujan. Hanya perbaikan yang dilakukan bersifat sementara karena anggaran terbatas.

Dia menuturkan kerusakan talut sejak Januari sampai kini seperti saluran akhir pembuangan saluran air hujan di bawah Jembatan Pembela Tanah Akhir seleai diperbaikai dengan APBD. Untuk kerusakan talut di Sungai Winongo seperti di Notoprajan dan Gedongkiwo perbaikan dimaksimalkan melalui kegiatan TMMD karena anggaran di Dinas PUPKP terbatas lantaran untuk penanganan Covid-19. Sedangkan 3 titik talut yang rawan longsor karena rusak di Sungai Winongo dan Gajah Wong akan diperbaiki di tahun 2021.<B>(Tri)<P>

Read previous post:
Pemkot Bantu Biaya Operasional RS Jogja Supaya Pasien Tak Telantar

Close