Pemkot Bantu Biaya Operasional RS Jogja Supaya Pasien Tak Telantar

YOGYA (MERAPI)- Pemkot Yogya sigap membantu RS Jogja yang tengah kesulitan pendanaan usai klaim perawatan pasien corona dari Kemenkes belum cair. Pemkot memastikan pasien tak telantar akibat kejadian ini.
“Sementara ini untuk (biaya) operasional rumah sakit tetap dibantu. Termasuk dengan belanja tidak terduga dimungkinkan. Supaya tidak telantar penanganan pasien,” jelas Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi kepada wartawan, Jumat (16/10).
Ditambnahkan, pihaknya berharap pemerintah pusat menjalankan kewajibannya terhadap pembayaran klaim penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit. Pasalnya meskipun biaya tidak terduga masih ada anggaranya, tapi sebenarnya dana itu dipakai untuk mengantsipasi jika terjadi banyak hal di kemudian hari. “Semoga segera terbayarkan,” ucapnya.

Secara terpisah Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardianto menilai tunggakan klaim itu harus segera dibayarkan karena sangat penting dalam menjamin keberlangsungan pelayanan masyarakat dalam penanganan Covid-19 di Kota Yogyakarta. “Pansus dalam waktu dekat akan memanggil BPJS Kesehatan karena lembaga ini yang melakukan verifikasi atas tagihan dari RS Jogja kepada Kemenkes,” tandas Fokki.

Dia menambahkan, pansus juga akan memastikan penanganan pasien corona di Kota Yogya berjalan baik. “Kami juga menerima beberapa masukan lain yang juga akan segera kami bicarakan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Yogyakarta, seperti kondisi Puskesmas Gondomanan, peningkatan tunjangan bagi tenaga kesehatan, bantuan pemakaman bagi pasien Covid-19, serta pelaksanaan isolasi mandiri,” katanya.

Seperti diketahui, Salah satu rumah sakit rujukan pasien corona di Kota Yogya, RS Jogja diketahui nombok hingga Rp 7 miliar untuk biaya penanganan pasien covid-19 selama 6 bulan. Hal ini terjadi setelah tunggakan klaim yang belum dibayarkan sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga berdampak pada operasional RS Jogja.
(Tri)

Read previous post:
Sesuaikan Zonasi Gedung Baru Pasar Prawirotaman, Puluhan Pedagang Harus Alih Produk

Close