RITUAL BECEKAN DANDAN KALI IKHTIAR MEMINTA HUJAN-Warga Lereng Merapi Potong Kambing di Kali Gendol

CANGKRINGAN (MERAPI)- Sebagai upaya melestarikan budaya dan mencari berkah berharap turunnya hujan, Warga Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, mengikuti upacara adat yakni ‘Becekan Dandan Kali’ di Sungai Gendol lereng Gunung Merapi, Jumat (16/10) kemarin.
Empat ekor kambing Jawa jantan disiapkan warga dari tiga pedukuhan yakni Kepuh, Manggong dan Pager Jurang, Cangkringan. Kambing sengaja dipersiapkan untuk prosesi adat dengan cara disembelih secara bersama-sama.
Heri Suprapto, tokoh masyarakat setempat mengatakan, upacara Becekan Kali memiliki aturan yang wajib dipatuhi. Salah satu syarat utama adalah seluruh pesertanya harus laki-laki, sedangkan perempuan tidak diperbolehkan.

“Upacara ini dimaksudkan untuk berdoa memohon hujan pada Tuhan. Agar tanah menjadi subur, sehingga warga sehat, aman, selamat, dan sejahtera. Ini dilakukan setiap tahun pada hari Jumat Kliwon,” ucapnya.
Dijelaskan, ritual tersebut juga bisa diartikan sebagai upaya memelihara lingkungan sungai. Sebab air sungai sangat penting bagi penduduk setempat dalam segala hal, apalagi saat ini hujan sudah berbulan-bulan tidak mengguyur wilayah kecamatan Cangkringan.
Upacara di Kali Gendol ini melibatkan warga tiga dusun, sedangkan penyembelihan kambing dilakukan di sungai. Daging kambing selanjutnya dimasak bapak-bapak yang sudah menunggu di lokasi upacara dan dibagikan ke warga yang datang.

“Kambing yang dimasak kemudian dibagikan kepada warga sekitar. Ada juga yang dimakan di tempat,” kata Heri.
Menurutnya, prosesi tersebut sudah dilakukan turun temurun. Meski demikian Heri sudah tidak ingat kapan awal mula prosesi adat tersebut dilaksanakan. “Karena ini bagian dari ikhtiar. Nanti yang di atas yang menentukan doa kami, dikabulkan atau tidak,” jelasnya.
Menurut Heri, upacara kali ini digelar dengan sederhana karena adanya wabah Covid-19. Biasanya prosesi diawali dengan cara berjalan kaki dari atas Sungai Gendol menempuh jarak sekitar 800 meter.

Dengan berpakain adat Jawa sambil membawa perlengkapan jajanan pasar, bergodo Umpak Argo Yogyakarta sambil membawa kambing Jawa menuju Sungai Gendol, tempat yang akan digunakan prosesi penyembelihan kambing.
“Kali ini digelar dengan sederhana karena adanya wabah Covid-19. Tapi tidak mengurangi nilai-nilai adat tradisi ini,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Aksara Jawa Segera Jadi Domain Internasional

Close