NYALON LURAH, EDI UTAMA SIP SIAP MAJUKAN JAMBIDAN-Maksimalkan Potensi Wisata Hingga Wifi Gratis Tiap Dusun

BANGUNTAPAN (MERAPI)– Desa Jambidan, Banguntapan, Bantul memiliki banyak potensi alam yang belum digali dan dikembangkan secara maksimal. Kekayaan alam ini apabila dikelola dengan baik dan tepat, diyakini dapat memajukan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Potensi ini tercium Calon Lurah Desa Jambidan, Edi Utama SIP. Dia mencontohkan, keberadaan Wana Desa di Dusun Kunden dapat dikembangkan menjadi obyek wisata lebih menarik. Misalnya dengan menambah berbagai fasilitas penunjang agar pengunjung merasa nyaman dan tidak bosan.
“Desa Jambidan memiliki Wana Desa yang dapat menjadi salah satu destinasi wisata menarik di wilayah Kecamatan Banguntapan. Tetapi keberadaaanya perlu ditambah berbagai fasilitas penunjang agar memiliki karakter berbeda dengan lainnya,” kata Edi Utama ketika ditemui di kediamannya, baru-baru ini.

Warga Dusun Pugeran ini menjelaskan, fasilitas penunjang di Wana Desa dapat berasal dari sektor pertanian, peternakan maupun perikanan yang berbasis kerakyatan. Sedangkan sarana fisik dapat dibangun panggung kesenian untuk menampilkan kesenian tradisional. Begitu pula sarana jogging track akan bermanfaat untuk masyarakat berolahraga.
“Dengan berbagai fasilitras penunjang di Wana Desa, saya optimis dapat mengangkat jumlah wisatawan yang berkunjung di Jambidan,” kata calon lurah nomor urut 1 ini.
Potensi lain, lanjutnya, di Kampung Kunden terdapat cagar budaya berupa dua bangunan rumah joglo yang dapat dikembangkan menjadi obyek wisata budaya. Jika keberadaannya berhasil dikelola, maka rumah joglo yang tersebar di hampir semua wilayah Desa Jambidan juga dapat dimanfaatkan.
Di sektor lain, dia mengatakan agar warga tidak hanya mengandalkan lahan persawahan seperti selama ini yang dilakukan masyarakat.

Pemanfaatan lahan kosong maupun pekarangan dapat dilakukan untuk menambah pendapatan keluarga. Dia menyebut pekarangan bisa dipakai untuk budidaya sayuran, tanaman hias maupun tanaman buah dalam pot (tabulampot).
Kepala Tata Usaha dan Umum Desa Jambidan ini mengakui, program tersebut sebenarnya sudah dirancang oleh pemerintah desa setempat. Tetapi, karena adanya perubahan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19, program tersebut menjadi tertunda.
“Penundaan berbagai kegiatan yang sudah dianggarkan tidak hanya terjadi di Jambidan. Tetapi untuk tahun depan, tahap demi tahap dapat direalisasi selama lurah desanya berani mengambil kebijakan tegas untuk mewujudkan harapan masyarakat,” tegasnya.

Selain memaksimalkan potensi alam, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perlu diperhatikan. Dicontohkan, pada saat pandemi seperti saat ini, anak sekolah harus belajar dari rumah lewat Dalam Jaringan (daring). Kondisi ini harus disikapi dengan cepat oleh pemerintah desa. Meskipun saat ini telah tersedia sarana wi-fi gratis di beberapa lokasi, tetapi sarana teknologi informasi tersebut perlu diperluas minimal di setiap dusun.
“Teknologi informasi saat ini telah menjadi suatu kebutuhan di berbagai bidang. Lewat aplikasi masyarakat bisa belajar dan menggali informasi lebih mudah,” ujarnya.
Niat Edi Utama dalam bursa lurah desa tak hanya berhenti di situ. Selain meningkatkan ekonomi masyarakat agar lebih sejahtera, membangun mental masyarakat juga sangat penting. Yakni dengan meningkatkan kegiatan keagamaan bagi warganya.
“Kebetulan saya adalah sesepuh majelis taklim Sifaul Ulub. Yaitu majelis lintas kecamatan yang ada di Banguntapan, Piyungan dan Berbah. Sifaul Ulub merupakan binaan dari Majelis Taklim Ponpes Ibnul Qoyyim dari berbah,” pungkasnya.(C-7)

Read previous post:
Kelabui PNS, Dukun Palsu Gondhol Rp 35 Juta

Close