Operasional Shelter OTG Corona di Tegalrejo Pakai Aplikasi

YOGYA (MERAPI)-Saat ini operasional shelter rumah susun sewa Tegalrejo untuk isolasi kasus positif Covid-19 tanpa gejala warga Kota Yogya sudah menggunakan sistem aplikasi. Sistem itu memudahkan administrasi dan memantau pasien Covid-19 tanpa gejala yang masuk dan keluar shelter Tegalrejo.
“Aplikasi shelter ini memudahkan dan menyederhanakan persyaratan admnistrasi pasien Covid-19 yang masuk keluar shelter,” kata Koordinator Shelter Tegalrejo, Agus Sudrajat, Selasa (13/10).
Dia menjelaskan, pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang direkomendasikan isolasi di shelter Tegalrejo harus menyiapkan berkas administrasi seperti rujukan dan KTP. Dengan aplikasi itu semua dukungan adminsitrasi tinggal diunggah di sistem, sehingga pasien tinggal masuk ke nomor kamar yang ditetapkan.

“Jadi pasien yang mau dikirim tidak harus menyiapkan fotokopi atau data. Begitu masuk ke sana sudah siap dukungan administrasinya sudah siap, tinggal masuk,” paparnya.
Dia menyatakan, sistem aplikasi shelter juga menyediakan informasi terkait kamar shelter yang sudah atau sedang digunakan, kamar yang kosong dan kamar yang akan digunakan. Termasuk informasi mengenai jadwal para pasien keluar atau selesai isolasi di shelter Tegalrejo. Bahkan mobil ambulans yang mengantarkan pasien difoto plat nomor kendaraan dan diunggah dalam aplikasi untuk memastikan ambulans dari puskesmas wilayah mana yang masuk.
“Jadi puskemas yang memasukan pasien ke shelter, sudah tahu kapan pasien harus dijemput pulang,” imbuh Agus.

Dia menyebut per Senin (12/10) ada 7 pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang menjalani isolasi di shelter Tegalrejo. Jumlah itu sudah menurun dibandingkan saat awal operasional shelter. Total sudah ada 30 pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang ditangani di shelter Tegalrejo
Pihaknya memastikan setiap kamar yang telah ditempati pasien Covid-19 tanpa gejala akan disemperot disinfektan khusus berupa kabut. Setelah itu kamar ditutup rapat diistirahatkan minimal 2 jam dan baru bisa digunakan kembali oleh pasien lain. Termasuk ruang toilet di tiap unit. Semua seprei tempat tidur juga diganti.

Dalam penanganan sampah atau limbah dari shelter Tegalrejo juga dipastikan aman dari lingkungan sekitar. Dia menuturkan, sampah dari para penghuni shelter di masukan dalam penampungan sementara. Selanjutnya akan diambil pihak ketiga yang melakukan pengambilan sampah. Para petugas pengambil sampah menggunakan alat pelindung diri level tiga karena masuk area infeksius di shelter Tegalrejo.“Kami jaga betul semuanya agar lingkungan sekitar aman dan tidak khawatir,” ucap Agus.(Tri)

Read previous post:
PSSI, PT LIB, dan Peserta Sepakat Liga 1 Lanjut

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan 18 klub Liga 1 sepakat

Close