PUSLATDA PON BELUM MAKSIMAL – Persiapan Atlet Menyisakan 10 Bulan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pelaksanaan program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dirancang KONI DIY untuk mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2021 di Papua, belum berjalan maksimal karena terkendala kondisi pandemi covid-19. Padahal persiapan yang dilakukan saat ini tinggal menyisakan 10 bulan.

Menurut Wakil Ketua II KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko, persiapan efektif yang dijalani para atlet menyisakan waktu 10 bulan. Hal itu dikarenakan PON di Papua dijadwalkan pada 2 Oktober 2021. “PON kan digelar awal Oktober 2021 dan sekarang sudah memasuki bulan Oktober. Latihan juga belum berjalan maksimal karena masih berlatih mandiri di masa pandemi ini,” terangnya di Kantor KONI DIY, Selasa (13/10).

Dengan mengacu program Puslatda yang seharusnya dijalankan selama 12 bulan atau satu tahun, padahal dua bulan awal ini belum bisa berlatih maksimal, maka sisa waktu 10 bulan ke depan harus bisa dimaksimalkan.

“Kalau rencananya kan Puslatda berjalan 12 bulan ya. Namun karena dua bulan ini tak berjalan maksimal dan masih proses transisi untuk latihan bersama, ya sisa 10 bulan nanti harus bisa dimaksimalkan. Yang jelas program utama harus diprioritaskan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rumpis menyampaikan jika puncak performa atlet diprogramkan pada bulan Oktober 2021 mendatang. Dengan demikian, maka pihaknya berusaha untuk memberikan pemahaman terhadap para pelatih di masing-masing cabang olahraga (cabor) selama menjalankan Puslatda dalam 10 bulan ke depan.

“Ya tentunya kami berikan pemahaman terhadap pelatih untuk memaksimalkan program 10 bulan ke depan. Jadi untuk masa transisi tak perlu terlalu lama karena dikhawatirkan puncak performa atlet ikut mundur karena persiapan yang sudah mundur,” bebernya.

Meski demikian, keinginan untuk memaksimalkan latihan selama 10 bulan ke depan tersebut, masih belum dipastikan apakah bisa untuk menggunakan fasilitas olahraga milik Pemda DIY. “Kalau untuk fasilitas Pemda DIY kami belum mendapatkan jawaban. Harapannya sesegera mungkin ada jawaban sehingga latihan sudah bisa dilaksanakan di fasilitas itu karena kami memang benar-benar membutuhkannya untuk latihan bersama. Terlebih untuk cabor beregu ya,” ungkap Rumpis. (Oro) �n;���

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close