2 Minggu Keluar LP Nusakambangan, Residivis Berulah Lagi

PAKEM (MERAPI)- Ganasnya hidup di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap ternyata tak membuat AJ (47) warga Karangmojo Gunungkidul jera. Dua minggu usai bebas, dia kembali berulah menipu dua orang dengan menggasak motor serta laptop. Dia pun harus kembali menghuni penjara.
Ulah AJ terbongkar oleh aparat Polsek Pakem. Dia dibekuk usai membawa kabur motor korban dengan modus menawarkan pinjaman modal. “AJ mengajak tetangganya, BS (24) untuk menipu. Modusnya pelaku ini menyebarkan brosur pinjaman modal tanpa jaminan di pasar-pasar. Tapi pinjaman itu hanya fiktif,” ujar Kapolsek Pakem AKP Chandra Lulus didampingi Panit Reskrim Ipda Lilik Mulyadi SH kepada wartawan, Selasa (6/10).
Dia mengatakan, kasus itu terungkap dari laporan korban Fitri Setyaningrun (33) warga Trimulya, Jetis, Bantul. Awalnya pada pekan lalu korban mendapat brosur yang disebar pelaku di pasar. Korban kemudian menghubungi nomor telepon pelaku yang ditampilkan dalam brosur.
Setelah terjadi kesepakatan, keduanya bertemu di perempatan Manding Bantul. Dalam pertemuan tersebut, korban mengatakan akan mengajukan pinjaman modal usaha uang Rp 2 juta, namun dengan syarat pinjama dipotong 10 persen.

“Agar uang yang dipinjam tidak dipotong 10 persen, pelaku ini menawarkan pada korban agar ikut membagikan brosur serupa di pasar-pasar tradisional,” katanya.
Korban pun menyetujui permintaan pelaku, dengan membagikan brosur di pasar Manding, Pasar Gowok dan Pasar Pakem, Minggu (27/9). Saat korban sibuk membagikan brosur di Pasar Pakem, tanpa sepengetahuannya, motor yang ada di parkiran digasak pelaku.
“Jadi pelaku ini menemani korban membagikan brosur. Saat di Pasar Pakem, korban sibuk bagikan brosur, motor di parkiran dibawa kabur, kebetulan kunci dibawa pelaku,” ucapnya.
Usai kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kasus pencurian itu di Polsek Pakem. Mendapat laporan itu, dengan dipimpin Ipda Lilik, polisi langsung melakukan penyelidikan di lapangan berdasarkan keterangan korban.

Tidak butuh waktu lama buat petugas untuk melakukan penangkapan. Pelaku berhasil langsung diidentifikasi dan pada Jumat (2/10), dia dibekuk di Pasar Imogiri Bantul saat akan membagikan brosur fiktif serupa. Saat itu AJ tengah bersama BS.
“Keduanya ditangkap saat bersama. Brosur yang dibagikan di pasar berbeda-beda, baik nama dan alamatnya. Di situ juga dicantumkan nomor telepon,” kata AKP Chandra.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku AJ merupakan residivis kasus penipuan dan pernah mendekam di sel tahanan LP Nusakambangan. Kali ini pelaku kembali melakukan aksi kejahatanya dengan mengajak tetanganya sendiri.
“Pelaku baru dua minggu keluar dari penjara, dan langsung beraksi,” jelasnya.
Dikatakan Chandra, motor hasil curian Honda Beat AB 5414 ZJ milik korban telah dijual pada seseorang melalui media sosial seharga Rp 2,2 juta. Hingga kini petugas masih melacak keberadaan motor tersebut, karena sudah berpindah tangan.
“Barang bukti masih dalam pencarian, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita dapatkan. Modus pencurian yang dilakukan pelaku ini tergolong baru,” jelasnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa tiga handphone sebagai sarana penipuan, sepeda motor Honda Baat milik pelaku dan uang Rp 340 ribu hasil penjualan motor. Kini petugas terus mendalami kasus ini.
Dari pengembangan pemeriksaan, tambah Chandra, ternyata pelaku juga sudah mencuri laptop sebelum menggasak motor. Modusnya dengan merekrut pekerjaan. Korban dijanjikan sebagai sekretaris namun nyatanya laptop miliknya dibawa kabur pelaku. “Selain menipu dengan modus membagikan brosur, pelaku ini juga berdalih merekrut tenaga jerja. Untuk itu masyarakat harus waspasa kalau ada brosur menawarkan pinjaman tanpa jaminan,” imbaunya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dan atau 378 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
POSITIF COVID-19 TAMBAH 20-Pulang dari Jakarta Tularkan Corona

Close