Pemkot Yogya Siapkan Hotel untuk Shelter Nakes

YOGYA (MERAPI)- Pemkot Yogyakarta masih mengkaji keberadaan shelter untuk para tenaga kesehatan beristirahat selama masa pandemi Covid-19. Salah satu pilihannya memanfaatkan hotel yang berada di lingkup pendidikan milik pemerintah. Prioritas untuk tenaga kesehatan di puskemas dan rumah sakit milik pemerintah agar istirahat bisa optimal, sehingga pelayanan maksimal.

“Shelter untuk tenaga kesehatan masih dikaji. Salah satu pilihan lokasinya rencana di ed-hotel (hotel pendidikan). Tapi kami belum membicarakan secara rinci,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, Minggu (4/10).
Dia menyebut shelter tenaga kesehatan untuk tenaga kesehatan puskesmas dan rumah sakit milik pemkot yakni RS Jogja dan RS Pratama. Tapi belum ada kepastian waktu dan detail lainya terkait penggunaan hotel pendidikan untuk shelter tenaga kesehatan.
“Kami baru akan memikirkan waktu istirahat tenaga kesehatan karena mereka ada keterbatasan. Misalnya tenaga kesehatan yang rumahnya luar kota bisa menempati di shelter agar tidak capek bolak-balik ke rumah dan mengurangi kemungkinan penularan keluarga,” terangnya.

Menurutnya penyediaan shelter bagi tenaga kesehatan itu lebih baik karena kondisi mereka dalam keadaan turun di masa pandemi Covid-19. Di samping itu potensi paparan lebih tinggi, walapun sudah memakai alat pelindung diri. Terbukti sejumlah tenaga kesehatan di beberapa puskesmas di Kota Yogyakarta terpapar kasus Covid-19. Oleh sebab itu diperlukan shelter agar tenaga kesehatan bisa maksimal dalam beristirahat.
“Kami berikan istirahat maksimal, sehingga dalam pelayanan juga bisa maksimal dan tidak gampang ketularan. Untuk kasus Puskesmas Wirobrajan tinggal menunggu pemulihan,” papar Emma.
Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kepastian kebutuhan shelter bagi tenaga kesehatan. Dia menilai shelter diperlukan karena selama 6 bulan lebih intensitas pekerjaan tenaga kesehatan tinggi dan berisiko terpapar Covid-19. Untuk mengoptimalkan waktu istirahat maka tenaga kesehatan ditempatkan di shelter.

“Sedang kami mintakan ke teman-teman tenaga kesehatan, apakah perlu disiapkan shelter. Kami siapkan shelter di salah satu hotel pendidikan. Para tenaga kesehatan berada di tengah paparan sudah mencoba hati-hati dengan memakai alat pelindung diri, tapi masih kena. Sebagian kena dari perjalanan luar kota atau keluarga,” pungkas Heroe.(Tri)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close