Duel di Depan Anak, Calon Besan Dibacok Sabit

SLEMAN (MERAPI)-Emosi tak tertahan membuat KS (35) warga Gedongtengan, Yogya berduel dengan Legisno (57) hingga membacoknya di sebuah rumah di Pendowoharjo, Sleman. Penyebabnya sepele, dia ditagih agar anaknya segera menikahi anak korban lantaran mereka sudah lama berpacaran. Usai kejadian itu, pelaku langsung berhasil dibekuk polisi.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka bacok pada bagian tangan kanan serta punggung, dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kasus penganiayaan itu, saat ini masih dalam penanganan unit Reskrim Polsek Sleman.
“Saat ini pelaku sudah kita tangkap dan dilakukan penahanan. Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 5 tahun penjara,” ucap Kapolsek Sleman AKP Irwiantoro kepada wartawan, Kamis (1/9).

Menurutnya, kasus itu berawal saat korban bermaksud menengok anaknya yang baru saja kecelakaan dan tinggal di rumah kos di Pendowoharjo Sleman. Sesampainya di lokasi, pacar anaknya berada di tempat itu. Termasuk korban juga berada mendampingi calon menantunya itu.
“Korban kemudian bertanya pada pelaku. Intinya mau dibawa kemana hubungan anak mereka. Tapi pelaku tidak terima dengan pertanyaan itu. Dia emosi dan terjadi cek-cok,” ucapnya.
Cekcok berujung saling pukul antara korban dan pelaku. Karena kuwalahan, pelaku akhirnya lari ke dalam rumah kos anaknya untuk mengambil sabit dan menyabetkan ke arah korban hingga mengenai tangan kanan serta punggung.
Merasanya jiwanya terancam, korban kemudian melarikan diri dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Setelah dari rumah sakit korban melaporkan kasus penganiayaan yang dialami ke Polsek Sleman.

Dengan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Sleman Iptu Eko Haryanto, polisi melakukan penyelidikan di lapangan. Berbekal keterangan korban dan saksi-saksi, pelaku berhasil diamankan di daerah Pendowoharjo dan digelandang ke Polsek Sleman.
“Saat ditangkap pelaku langsung mengakui perbuatannya. Kita juga amankan barang bukti sabit yang digunakan pelaku untuk melakukan pembacokan,” beber Iptu Eko.
Di hadapan petugas, pelaku mengaku nekat melakukan penganiayaan karena tersinggung dengan pertanyaan calon besannya itu. Aksi itu dilakukan secara spontan, yang sebelumnya terjadi perkelahian di depan sang anak.
“Saya menyesal, saya emosi dengan pertanyaan itu. Spontan saya lakukan penganiayaan itu,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Pedagang Pasar Diminta Taati Prokes

Close