49 Kasus Baru Corona, 41 dari Skrining Lembaga Pendidikan

YOGYA (MERAPI)- Pemda DIY mengumumkan penambahan 49 kasus positif Covid-19 dan dua orang meninggal sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 2.607 kasus dengan 67 kasus meninggal. Di sisi lain, sebanyak 59 pasien sembuh pada Selasa (29/9).
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin mengatakan, mayoritas kasus positif Covid-19 sebanyak 41 kasus merupakan hasil skrining pendidikan. Namun dia tidak menjelaskan secara detail lembaga pendidikan mana yang dimaksud. “Distribusi kasus berdasarkan domisili terdiri dari tiga kasus di Bantul dan 46 kasus di Sleman,” ungkap Berty Murtiningsih.
Dijelaskan, distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari satu kasus tracing kontak kasus, 41 kasus screening pendidikan, satu kasus screening karyawan, satu kasus screening pasien, dan lima kasus masih dalam penelusuran.

Sementara itu laporan jumlah kasus sembuh sebanyak 59 kasus sehingga total kasus sembuh sebanyak 1.856 kasus. Adapun laporan kasus meninggal terdiri dari kasus 2498, Laki-laki 65 tahun warga Kota Yogyakarta dan kasus 2.566, laki-laki 53 tahun warga Bantul.
Sementara itu, beberapa hari ini kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta cenderung turun. Penambahan kasus posotif Covid-19 didominasi dari warga yang memiliki riwayat perjalanan ke luar kota. Tidak ada perkembangan kasus positif Covid-19 yang sudah ada sebelumnya seperti di Malioboro dan Pasar Beringharjo.

“Dalam dua hari ini, total kasus positif Covid-19 ada penurunan dibandingkan sebelumnya. Kasus positif Covid-19 yang muncul kebanyakan perjalanan dari luar kota,” kata Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Selasa (29/9).
Pemkot Yogyakarta mencatat, per Selasa (29/9) kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 80 orang. Sedangkan kasus positif Covid-19 yang sembuh mencapai 286 orang dan meninggal dunia 15 orang.
“Untuk kasus Covid-19 di Malioboro dan Beringharjo tidak ada perkembangan,” ujar Wakil Walikota Yogyakarta itu.
Seperti diketahui ada sekitar 19 kasus positif Covid-19 yang muncul di Malioboro di antaranya 3 pedagang kaki lima, keluarga dan tetangga pedagang. Sedangkan di Pasar Beringharjo ada 2 pedagang yang dinyatakan positif Covid-19.
Meskipun ada penurunan kasus Covid-19 di Kota Yogya, tapi tetap diantisipasi sebarannya. Caranya dengan memperkuat penanganan kasus yang muncul seperti segera melacak, melakukan isolasi guna membendung agar kasus tidak meluas.

“Kami tetap mengantisipasi sebaran Covid-19. Kami juga terus melakukan operasi yustisi protokol kesehatan,” imbuh Heroe.
Dia menyebut kasus Covid-19 tanpa gejala yang isolasi di shelter Tegalrejo kini ada 16 orang. Sebanyak 7 orang penghuni shelter tahap awal sudah pulang. Lalu masuk penghuni baru ke shelter ada 7 orang. Menurutnya ketujuh orang itu satu keluarga yang terkait kasus perjalanan keluar kota dan ada kasus saudara dari keluarga itu meninggal dunia.
“Tujuh orang yang masuk shelter ini satu keluarga. Ini kasusnya agak lama. Kondisi rumah tidak layak, sehingga atas kesepakatan masyarakat dan puskesmas dibawa ke shelter Tegalrejo untuk isolasi,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan, dari kasus positif Covid-19 di Kota Yogya ada yang mengenai bayi usia 6 bulan dan dirawat di rumah sakit. Kondisi ibu dari sang bayi tersebut juga positif. Tapi tidak semua ibu hamil yang dinyatakan positif Covid-19, melahirkan bayi yang positif Covid-19.

“Makanya dilakukan skrining kepada ibu hamil yang akan melahirkan dengan rapid test. Kalau reaktif akan dilakukan swab untuk penanganan lebih lanjut. Jika positif Covid-19 maka ada protokol kesehatan saat melahirkan. Misalnya memisahkan sementara, bayi dari ibu yang positif Covid, agar tidak terpapar,” jelas Emma.(C-4/Tri)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close