Sebelum Tewas, Balita Dibiarkan Pingsan Selama 2 Jam

MINGGIR (MERAPI)- Anggota Sat Reskrim Polres Sleman menggelar rekonstruksi penganiayaan yang menewaskan seorang bocah, AF (4,5) di sebuah rumah kontrakan di Dusun Minggir 3, Sedangagung, Minggir, Sleman, Senin (28/9). Dalam reka ulang terungkap, tersangka utama, JT (26) warga Caturharjo, Sleman menganiaya korban hingga pingsan kemudian dibiarkan selama dua jam sampai akhirnya tewas.
Korban adalah anak kandung pacar tersangka. Dia nekat menghabisi anak selingkuhannya itu lantaran sering rewel dan mengompol.

Rekontruski yang dilakukan di rumah kontrakan itu memperagakan empat belas adegan. Penganiayaan sendiri diawali saat AF bersama kakaknya berada di rumah bersama JT. Sedangkan ibu dari dua anak itu, yakni AM bekerja di sebuah rumah makam. Sebelum penganiayaan, AF mengatakan ingin ke kamar mandi. Namun karena kakinya bengkak, sehingga tidak bisa berjalan dan digendong oleh kakaknya ke kamar mandi. “Saat itu AF kakinya bengkak karena dianiaya oleh pelaku JT,” ujar KBO Satreskrim Polres Sleman Iptu Sri Pujo di lokasi rekonstruksi.
Setelah dari kamar mandi itulah AF yang digendong kakaknya jatuh. Namun ketika jatuh tidak ditolong JT, dan justru malah dipukul pakai balok serta ditendang pakai dengkul. Aksi brutal ini membuat korban tak sadarkan diri.

Mengetahui hal ini, JT tak juga menolong korban. Dia membiarkannya sampai ibu AF, yakni AM (25) pulang dari bekerja. Padahal, ibu korban baru pulang dua jam usai penganiayaan itu.
Sesampainya di rumah, AM bertanya kepada JT kenapa anaknya sampai pingsan. Sang ibu lantas membawa korban ke Puskesmas Minggir. Sesampainya di sana, nyawa korban tidak tertolong. “Penganiayaan dilakukan saat ibu dari anak-anak itu sedang bekerja,” ucap Iptu Sri Pujo. Rekonstruksi pun berakhir dengan adegan JT dan AM membawa korban ke puskesmas menggunakan sepedamotor.

Atas perbuatannya, JT dijerat Pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU NO 23/2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 351 ayat 3 KUHP jo 333 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Diberitakan sebelumnya, balita laki-laki AF meninggal setelah mengalami luka di tubuhnya akibat penganiayaan, Sabtu (8/8) malam. Balita itu diketahui meninggal setelah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Minggir. Diduga balita itu dianiaya oleh selingkuhan ibunya sendiri yakni JT. Di mana ibu AF, AM yang masih memiliki suami dan dua orang anak laki-laki sekitar tiga bulan tinggal di rumah kontrakan Dusun Minggir 3, Sedangagung, Minggir bersama JT. Pelaku emosi lantaran korban sering rewel dan mengompol.(Shn)

Read previous post:
Fokus Menangani Pandemi

BANYAK pelajaran berharga yang bisa kita petik dari proses pandemi corona yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan ini, sejak Maret 2020

Close