Bingung Biaya Hidup, Janda 2 Anak Mencuri

NGAGLIK (MERAPI)- Seorang karyawati sebuah toko perlengkapan bayi di wilayah Ngaglik Sleman nekat menggelapkan uang toko hingga mencapai Rp 18 juta. Wanita berstatus janda ini beralasan butuh uang untuk menghidupi dua anaknya yang masih kecil. Akibat perbuatannya, pelaku pun ditangkap polisi, Sabtu (26/9).
Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi Hari Sulistia didampingi Kanit Reskrim Iptu Budi Karyanto SH saat dikonfirmasi Minggu (27/9) membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan pelaku yang diamankan adalah SN (37) warga Kota Yogyakarta. “Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Sleman,” ujar Kompol Tri Adi.
Dikatakan, pelaku bekerja di toko perlengkapan bayi itu sebagai sales yang dipercaya majikannya untuk menjual sejumlah produk keperluan bayi. Namun kepercayaan tersebut justru disalahgunakan pelaku untuk menggelapkan dagangan toko.

Aksi pencurian itu dilakukan pelaku sejak enam bulan silam. Modusnya, hasil penjualan perlengkapan bayi bukannya diserahkan ke toko, namun oleh pelaku justru digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibat peristiwa itu, pemilik toko mengalami kerugian hingga mencapai Rp 18 juta.
“Pelaku ini sudah melakukan penggelapan hasil penjualan dagangan toko selama 6 bulan, total kerugiannya mencapai Rp 18 juta,” ucap Kompol Tri Adi.
Ditambahkan, terungkapnya peristiwa tersebut berawal saat pihak toko melakukan audit penjualan. Hasilnya, uang yang masuk ke toko tidak sesuai dengan dagangan yang keluar. Curiga dengan hal itu, pihak toko lantas melaporkan peristiwa itu ke Polsek Ngaglik.

“Uang hasil penjualan tidak semua disetorkan ke toko. Dari hasil audit ternyata diketahui digelapkan oleh salah seorang karyawan toko itu. Pihak toko selanjutnya melapor ke Polsek, Rabu (22/8),” katanya.
Mendapat laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Saat itu diketahui uang perusahaan telah digelapkan oleh SN. Petugas lalu melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di daerah Ngaglik, Sabtu lalu.
“Saat kita tangkap pelaku langsung mengakui perbuatannya. Kita bawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Di hadapan petugas, janda dua orang anak ini mengaku nekat melakukan penggelapan karena terdesak kebutuhan ekonomi. Uang hasil penggelapan digunakan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Yang utama untuk menghidupi dua anaknya yang masih kecil.

“Pelaku punya dua orang anak kecil, alasannya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pelaku bekerja di toko sebagai sales sudah satu tahun,” tandasnya.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa satu lembar lamaran pekerjaan, surat keterangan karyawan toko, surat jalan pengiriman produk, nota penjualan dan nota pelunasan produk dari toko. Sementara itu uang hasil kejahatan sudah habis digunakan pelaku dan tak tersisa.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara.(Shn)

Read previous post:
Diserang Hama Wereng, Harga Gabah Petani Sukoharjo Justru Tinggi

SUKOHARJO (MERAPI) - Harga gabah kering panen petani di Sukoharjo tinggi tembus Rp 5.000 per kilogram atau melebihi Harga Pembelian

Close