Kasus ASN Meninggal karena Corona Melebar, 4 Teman Sekantor Tertular


YOGYA (MERAPI)-Dinas kesehatan DIY menemukan adanya klaster penularan besar di perkantoran di balik meninggalnya Apatur Sipil Negara Pemda DIY karena terjangkit corona. Dari penelusuran, ASN itu juga menularkan kepada empat rekan kerjanya. Sumber penularan diduga dari kantor sebuah institusi keuangan di Kota Yogya di mana kakak ASN itu bekerja.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie kepada wartawan, Jumat (25/9) mengatakan satu ASN Bapel Jamkesos DIY yang meninggal karena Covid-19, Rabu (23/9) setelah ditracing, diketahui menularkan pada empat pekerja lainnya.
“Memang ada 4 orang anggota atau 4 orang pekerja, 3 ASN dan 1 naban (tenaga bantu) yang kemudian tertular transmisi beliau. Ada 4 orang. 3 ASN dan 1 naban,” ungkapnya.

Dia mengatakan dari hasil tracing diketahui kasus tersebut melebar dan menurutnya menjadi klaster besar. “Kami sudah menemukan tracing dan memberikan hasil yang luar biasa karena ini klaster besar menurut kami,” imbuhnya.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih membenarkan pihaknya tengah melakukan tracing di sebuah institusi keuangan dan berkaitan dengan ASN meninggal tersebut.
“Kita sedang melaksanakan tracing kasus klaster sebuah institusi keuangan, dan ada kemungkinan ada kaitan dengan kasus positif ASN tersebut,” ungkapnya.

Disebutkan, awal mula tracing tersebut mengarah pada klaster institusi keuangan. Diketahui ASN yang meninggal tersebut seminggu sebelumnya melakukan perjalanan bersama saudaranya yang kemudian diketahui positif. Hasil pelacakan, saudara ASN tersebut merupakan karyawan sebuah institusi keuangan di Kota Yogyakarta.
“Keterkaitan ini karena perilaku sebagai pelaku perjalanan yang tidak disiplin pada protokol kesehatan, sehingga keterpaparan dapat terjadi,” imbuhnya.
Saat ini Dinkes DIY tengah melacak kemungkinan klaster di institusi keuangan itu.

“Kita sedang melaksanakan tracing kasus kluster sebuah institusi keuangan, dan ada kemungkinan ada kaitan dengan kasus positif ASN tersebut. Lokasi institusinya di Kota Yogya, tracing sedang berlangsung,” ungkap Berty. “Namun, berapa yang dilakukan tracing kami masih terus pantau bersama teman-teman di kabupaten/kota. Tracing masih terus berlangsung sampai saat ini,” pungkas Berty.
Sepperti diketahui, ASN itu meninggal Rabu (23/9) setelah ada komerbid dabetes militus. Selain kepada teman kerja, dia juga menularkan kepada istri dan anaknya. (C-4)

Read previous post:
Gubernur DIY Tunjuk Sekda Bantul sebagai PLH Bupati

BANTUL (MERAPI) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Helmi Jamharis

Close