Suporter PSS Siap Jaga Ketertiban

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Lanjutan Liga 1 digelar tujuh hari lagi. PSSI dan PT LIB terus mematangkan protokol kesehatan dan keamanan tiap pertandingan. Salah satunya wacana kalah WO apabila ada suporter tim yang tengah bertanding nekad datang ke sekitar stadion.

PSSI dalam waktu dekat akan mematangkan regulasi ini untuk menjaga keamanan dan kesehatan bersama karena belum menurunnya angka positif Covid-19 di Indonesia. Kelompok suporter PSS pun siap mematuhi wacana ini termasuk bila sudah menjadi regulasi yang ditetapkan PSSI.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, membenarkan ada wacana bahwa nantinya klub yang bersangkutan akan dianggap kalah apabila ada suporter yang datang ke stadion. Hukuman yang massif ini ditawarkan karena tidak efektifnya sanksi uang atau denda yang diberikan ke klub bila melanggar peraturan.

PSSI yang sudah memberi lampu hijau pun dalam waktu dekat akan mengumumkan regulasinya. “Pernah dibahas di diskusi antar-manajer kemarin dan sekarang sudah masuk ke PSSI. Hukuman uang tidak efektif, makanya harus lebih progresif,” kata Akhmad.

Ketua Umum (Ketum) Slemania, Rengga Wijaya, mendefinisikan wacana itu sebagai peringatan. Ia mengatakan akan mengedukasi sampai ke akar rumput agar wacana ini bisa dipatuhi. Pasalnya bila nekat datang ke stadion, tim juga akan dirugikan karena kalah WO. “Datang ke sana (stadion) juga tidak bisa nonton, malah nanti PSS yang rugi. Kami akan edukasi, dari media sosial sampai ke akar rumput agar teman-teman semua patuh,” tegasnya, Rabu (23/9).

Meski tidak bisa memberi dukungan ke stadion, Slemania punya cara sendiri agar bisa memberi energi pada Bagus Nirwanto dan kawan-kawan saat bertanding. Misalnya saja dengan memasang bendera di tiap wilayah laskar masing-masing. “Kami tidak akan berhenti memberi dukungan moral pada PSS, tapi tim juga harus tampil semangat dan berjuang sampai titik darah penghabisan,” harapnya.

Brigata Curva Sud (BCS) juga mengirim pesan serupa. BCS bahkan sudah melakukan komunikasi dengan manajemen dan banyak pihak. Komunikasi itu dilakukan terkait langkah antisipatif kedatangan suporter klub Liga 1 2020. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya cluster baru yang berada di Sleman. Untuk memberi dukungan moral bagi Laskar Sembada, kelompok suporter yang setia berada di belakang gawang selatan ini akan memasang bendera raksasa, banner, dan atribut lain sepanjang rute atau jalur keberangkatan tim dari mess menuju stadion. (Des)

Read previous post:
PSM BAKAL MERAPAT PEKAN INI – SSA Siap Digunakan untuk Liga 1

BANTUL (HARIAN MERAPI) - Kesiapan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul untuk digunakan menggelar pertandingan Liga 1 musim 2020 telah memasuki

Close