Banyak Mahasiswa Tak Pakai Masker, Satpol PP Siapkan Denda

UMBULHARJO (MERAPI)-Meskipun sanksi sosial telah diterapkan, tapi pelanggaran protokol kesehatan tidak memakai masker masih banyak ditemukan di Kota Yogyakarta. Dari giat penertiban masker di tempat-tempat umum, pelanggar didominasi anak muda. Dengan masih banyaknya masyarakat yang tidak bermasker, penerapan sanksi denda bakal diberlakukan untuk memberikan efek jera.
“Kebanyakan bawa masker, tapi tidak dipakai. Sebagian besar orang Yogya maupun luar daerah tapi kos di Yogya. Rata-rata anak muda,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta Agus Winarto, Rabu (23/9).
Menurutnya anak-anak muda yang terjaring penertiban masker itu ditemukan saat sedang nongkrong di kawasan Malioboro hingga Alun-alun utara. Termasuk para pengendara yang melintas di kawasan itu juga dihentikan jika tak bermasker. Pihaknya menyayangkan pelanggaran protokol kesehatan tidak bermasker didominasi anak-anak muda yang secara sumber daya paham terhadap aturan.

“Sebagian pelanggar berstatus mahasiswa. Masak mahasiswa pakai masker harus diingatkan dan disanksi. Mahasiswa harusnya jadi agen perubahan dengan kebiasaan baru wajib masker. Kalau tidak pakai masker yang sakit dirinya sendiri tidak masalah, tapi di masa pandemi ini bisa menularkan ke orang lain,” terangnya.
Dia menyebut dari kegiatan penertiban protokol kesehatan untuk mencegah sebaran Covid-19 sejak Sabtu (19/9) sampai Selasa (22/9) malam terjaring sebanyak 354 orang tidak memakai masker. Penertiban dari kawasan Tugu Yogyakarta, Malioboro sampai Alun-alun utara. Mereka dikenai sanksi sosial dan 3 orang memilih sanksi denda Rp 100.000.
“Kami masih belum menerapkan sanksi denda. Masih sanksi sosial seperti menyapu, mengambil sampah atau puntung rokok agar jadi pengingat sudah melanggar dengan harapan tidak mengulangi,” papar Agus.

Meskipun banyak pelanggaran, tapi dia mengaku dari hasil penertiban belum ada temuan dengan pelanggar yang sama. Namun melihat temuan pelanggaran tanpa masker yang masih banyak setiap razia, dia menyatakan tidak menutup kemungkinan sanksi tegas dengan menerapkan denda di tempat akan segera diberlakukan.
“Kemarin tiga orang pelanggar itu diberikan sanksi denda karena mereka sendiri yang meminta denda daripada sanksi sosial. Kalau belum ada efek jera, jelas kami akan berlakukan sanksi denda,” tegasnya.
Sementara itu petugas gabungan Pemkab Kulonprogo telah menjaring ratusan pelanggar protokol kesehatan dalam operasi yustisi yang digelar sejak 14 September lalu. Dari sekian itu, sebagian besar merupakan pelanggar yang abai tidak menggunakan masker.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Kulonprogo, Rokhgiarto menyampaikan, operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di Kulonprogo dilaksanakan tim gabungan yang terdiri dari petugas Satpol PP, TNI, Polri dan instansi terkait. Operasi yang digelar sejak 14 September itu hingga kini telah menjaring sedikitnya 232 pelanggar.

“Mayoritas pelanggaran yang kami temui adalah tidak memakai masker, atau membawa masker tapi tidak dipakai dengan benar,” katanya, Rabu (23/9).
Rokhgiarto menjelaskan, operasi yustisi terkait penerapan protokol kesehatan dilakukan setiap hari dengan mengambil lokasi berbeda. Sasaran lokasinya yakni tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat seperti Alun-Alun Wates, Pasar Bendungan dan Kompleks Pemkab Kulonprogo. Dalam satu kali giat, pelanggar yang terjaring berkisar 25 orang.
“Mereka kemudian diberi teguran lisan atau mendapat sanksi kerja sosial seperti membersihkan lingkungan,” imbuhnya.

Sekretaris Satpol PP Kulonprogo, Hera Suwanto menambahkan, jumlah pelanggar masih dimungkinkan bertambah mengingat operasi yustisi terus dilaksanakan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Selain memberikan sanksi, petugas juga mendata setiap pelanggar.
“Mereka diminta memakai rompi bertuliskan pelanggar protokol kesehatan saat menjalankan sanksi,” ucap Hera.
Diharapkan, sanksi yang diberikan bisa menimbulkan efek malu dan jera sehingga para pelanggar tidak mengulangi perbuatannya. Masyarakat juga diminta untuk lebih patuh protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. (Tri/Unt)

Read previous post:
Ajang Melatih Mental Perkutut Kembali Digelar

SUATU hal menggembirakan bagi kung mania, sebutan untuk penggemar burung perkutut, sejak masa new normal atau adaptasi kebiasaan baru, agenda

Close