Polisi Gagalkan Peredaran 5.760 Butir Pil Koplo di Yogya

YOGYA (MERAPI)- Aparat Sat Narkoba Polresta Yogyakarta menyita lebih dari 5.000 butir pil koplo dari tangan dua orang pengedar, yakni Bs dan Hp keduanya warga Yogya. Mereka berdua merupakan pengedar kawakan di wilayah Yogya yang berbisnis secara online.
Kasat Resnarkoba Polresta Yogya AKP Andhyka Donny Hendrawan SIK kepada wartawan, Rabu (23/9) membenarkan kejadian itu. Dia menjelaskan penangkapan itu berawal dari adanya laporan masyarakat, tentang maraknya peredaran pil koplo di Wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Mendapat informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang kurirnya, yakni DH dan NF. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 82 butir Pil Yarindo.
“Setelah dilakukan interogasi, kedua orang tersebut mengaku memesan Pil Yarindo melalui tersangka Hp,” ucap AKP Andhyka, Rabu (23/9).

Dari informasi itu, petugas lantas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Hp. Petugas menemukan 1 buah toples berisi 1000 butir Pil Yarindo dan 3 bekas bungkus rokok berisi 270 butir Pil Yarindo.
Penangkapan ini lantas dikembangkan. Hp mengaku pil koplo itu dipasok oleh bandar narkoba berinisial Bs. Tidak mau buruannya lepas, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Bs di wilayah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.
“Dari tersangka Bs, kita berhasil mengamankan 1 buah kardus berisi 400 butir Pil Yarindo dan 4 buah toples berisi 4.000 butir Pil Yarindo. Total pil koplo yang berhasil disita berjumlah 5.760 butir,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, ujar Andyka, kedua tersangka mengaku menerapkan sistem online untuk memasarkan pil koplo. Kedua pelaku menghindari sistem tatap muka maupun cash on delivery (COD).

“Kedua pelaku mengedarkan pil koplo dengan cara mengecer pil koplo ke sebuah plastik klip per 10 butir,” ungkap AKP Andhyka.
Cara lainnya adalah dengan memasukkannya pil koplo ke bungkus rokok, isinya sama yakni 10 butir dan dijual Rp 35 ribu. “Sat ditanya dari mana barang itu didapat, keduanya mengaku membeli secara online,” tandasnya.
Adapun, barang bukti yang disita dari pelaku Hp di antaranya satu toples warna putih berisikan 1.000 butir pil koplo, sejumlah bungkus rokok bekas berisikan ratusan pil koplo, sebuah handphone dan uang tunai senilai Rp 1,3 juta.

Sementara itu, dari Bs polisi menyita kardus yang di dalamnya berisikan 400 butir pil koplo, empat buah toples plastik warna putih yang di dalamnya berisikan 4.000 butir pil koplo, dan sebuah handphone.
“Atas perbuatannya, kedua pengedar disangkakan melanggar pasal 196 UU RI No.36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
TMMD Konsentrasi Gerakkan Perekonimian Rakyat di Masa Pandemi Covid-19

TEMANGGUNG (MERAPI) - Pemberdayaan perekonomian rakyat pada masa Pandemi Covid-19 menjadi salah satu konsentrasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung

Close