7 Nakes Positif Corona, Pentupan Puskesmas Wirobrajan Diperpanjang

YOGYA (MERAPI)- Penutupan layanan Puskesmas Wirobrajan di Kota Yogyakarta diperpanjang 3 hari sampai Kamis (24/9). Pasalnya dari hasil perkembangan pelacakan, semua tenaga kesehatan di Puskesmas Wirobrajan memiliki kontak erat dengan sejumlah tenaga kesehatan yang konfirmasi positif Covid-19.
“Puskesmas Wirobrajan masih ditutup tiga hari lagi. Rencana awal memang hari ini Selasa (22/9) dibuka. Tapi karena ada perkembangan dari hasil perhitungan tracing, kami tutup lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, Selasa (22/9).

Dia menjelaskan dari hasil penelusuran, semua tenaga kesehatan di Puskesmas Wirobrajan sudah kontak erat dengan 7 tenaga kesehatan yang positif Covid-19. Sisa tenaga kesehatan Puskesmas Wirobrajan yang belum dinyatakan positif Covid-19, pada Selasa (22/9) menjalani tes usap dahak.
“Harapannya dua hari lagi sudah ada hasil, sehingga Puskesmas Wirobrajan bisa buka layanan lagi pada Jumat (25/9). Kalau hasilnya negatif, tenaga kesehatan bisa terus bekerja melayani. Sedangkan jika hasilnya positif tanpa gejala isolasi mandiri dan bekerja dari rumah,” jelasnya.
Selama Puskesmas Wirobrajan tutup, kata dia, pelayanan kesehatan dialihkan ke Puskemas Ngampilan, Puskemas Mantrijeron dan Puskesmas Kraton. Sebelumnya Puskemas Wirobrajan juga sudah tutup selama 3 hari sejak Sabtu (19/9) karena ada 7 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19.

Sedangkan Puskesmas Gedongtengen yang sempat tutup 3 hari karena ada 1 tenaga kesehatan yang posotif Covid-19, kemarin sudah membuka layanan. Dia menyatakan pelayanan di Puskesmas Gedongtengen masih terbatas karena hanya ada satu dokter yang bisa melayani.
“Puskesmas Gedongtengen sudah buka tapi pelayanan terbatas tidak bisa penuh sehari karena keterbatasan tenaga,” ujar Emma.
Menurutnya kasus positif Covid-19 pada sejumlah tenaga kesehatan di puskesmas karena terlalu sering terpapar dengan banyak orang yang belum diketahui kalau ternyata positif Covid-19. Apalagi kini jumlah pasien di puskesmas sudah banyak lagi seperti kondisi saat normal.

“Padahal para tenaga kesehatan sudah pakai alat pelindung diri level tiga, kok ternyata masih kebobolan. Makanya kami evaluasi terus layanan di puskesmas agar menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.
Pihaknya juga mengingkatan terkait perilaku para tenaga kesehatan agar waspada dan disiplin protokol kesehatan walaupun dengan teman kerja. Misalnya tidak makan bersama karena rentan menular saat makan membuka masker dan saling berbicara. Termasuk meminimalkan kegiatan foto bersama.(Tri)

Read previous post:
Kulonprogo Dampingi UMKM Terdampak Pandemi

Close