Main Hakim Sendiri Tewaskan Maling HP, 3 Warga Ditahan Polisi

MLATI (MERAPI)- Tim Reskrim Polsek Mlati menetapkan tiga warga jadi tersangka, yakni AA (31) warga Marorejo, Tempel, DI (26) warga Trihanggo, Gamping dan S (42) warga Sinduadi, Mlati. Sebelumnya, mereka diketahui mengeroyok seorang pencuri handphone, AW (23) warga Sumberadi, Mlati, Sleman hingga tewas. Aksi main hakim sendiri itu dilakukan di Pasar Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Sleman.
“Korban dikeroyok, dipukuli pakai tangan kosong dan kepalanya dikepruk helm. Korban meninggal 5 hari setelah menjalani perawatan di rumah sakit,” ucap Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto kepada wartawan, Selasa (22/9). Dikatakan, peristiwa itu terjadi di timur Pasar Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Sleman, Selasa (14/7) lalu pukul 11.00 WIB. Petugas juga mengamankan barang bukti helm yang digunakan memukul korban dan rekaman CCTV pengorokan itu.

Dijelaskan, aksi main hakim sendiri itu berawal saat teman tiga tersangka, Wahyudi kehilangan handphone di tempat kerjanya di bengkel ban selatan perempatan Jombor, Sinduadi, Mlati, awal Juli 2020. Wahyudi kemudian mencurigai temannya, yakni korban AW.
Alasannya, korban pernah main ke bengkel ban saat malam sebelum kejadian handphone itu hilang. Beberapa hari kemudian, korban bertemu salah seorang tersangka, yanki AA. Kebetulan mereka juga berteman. Saat itu korban memperlihatkan handphone yang dibawa. Ternyata handphone itu ciri-cirinya sama dengan milik Wahyudi yang hilang. Kemudian pada Selasa (14/7), korban diminta datang ke lokasi kejadian yakni timur Pasar Kutu Dukuh untuk klarifikasi. Sampai di lokasi, ketiga tersangka sudah menunggu. Mereka kemudian menanyai korban apakah dia mengambil handphone milik Wahyudi.

Kepada pelaku, korban mengaku benar mengambil handphone temannya dan telah menjualnya lewat internet. Para pelaku langsung emosi dan terjadilah pengeroyokan itu. “Ada yang memukul dengan tangan kosong dan memakai helm. Sehingga korban mengalami luka-luka di kepala, wajah dan badan,” jelasnya.
Pengeroyokan itu menyebabkan korban tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke RS Bhayangkara Polda DIY. Namun setelah mendapat perawatan beberapa hari, nyawa korban tidak tertolong hingga meninggal dunia. Setelah kejadian itu, polisi yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Dwi Noor Cahyanto SH kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti pendukung di lapangan. Dua bulan berselang, polisi mendapati cukup bukti permulaan untuk menjerat para pelaku sebagai tersangka. Akhir pekan lalu, ketiganya pun ditahan di Polsek Mlati.

“Ketiga tersangka telah melakukan penganiayaan, sehingga kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan,” jelasnya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat 170 ayat (2) ke 3e subsider 351 ayat (3) KUHP tentang pidana penganiayaan secara bersama-sama hingga korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
NYI AGENG SERANG SRIKANDI YANG DITAKUTI BELANDA (1) – Silsilahnya Masih Keturunan Sunan Kalijaga

Salah satu tokoh besar yang ikut berperan memerangi Kumpeni Belanda adalah Nyi Ageng Serang. Tokoh ini di akhir hayatnya dimakamkan

Close