Ritual Dukun Palsu, Batu Akik Keluar dari Telur Hingga Kendi Gerak Sendiri


MLATI (MERAPI)- Polisi mengamankan sejumlah benda yang dipakai tersangya SY untuk ritual penggandaan uang. Jumlahnya cukup banyak, mulai bethoro karang, rantai babi, batu akik dan candu. Selain itu, pelaku juga menggunakan minyak jafaron, kembang setaman, kendi dan telur ayam kampung.
Kapolsek Mlati Kompol Hariyanta kepada wartawan, Senin (21/9) mengatakan, pelaku memiliki sejumlah ritual untuk mengelabui korban. Ritual-ritual itu direkam kemudian dikirimkan kepada korban. Selain itu, korban juga ditunjukkan langsung ritual itu di rumah pelaku. Korban SY menjadi salah satu yang diajak melihat ritual secara langsung.

“Agar korban semakin yakin, pelaku kemudian memperagakan ritual tersebut dengan beberapa trik yang berhasil dikuasainya,” jelasnya.
Salah satunya, ujar Hariyanta, pelaku memasukkan akik ke dalam telur yang dipecah. Kemudian tanpa sepengetahuan korban, batu akik yang dibawa oleh pelaku dicampurkan telur dan seolah-olah batu akik itu berasal dari dalam telur.
Di ritual selanjutnya, pelaku juga menggunakan benda yang dia sebut betoro karang dan rantai babi serta kembang setaman. Rantai babi berbentuk mirip borgol dengan disertai bulu-bulu. Korban lantas disuruh keluar dari ruangan ritual, kesempatan tersebut digunakan pelaku untuk membuang betoro karang dan rantai babi yang diakuinya bagian dari ritual.

Kemudian trik berikutnya pelaku membakar candu sampai asap memenuhi ruangan ritual, sehingga pelaku leluasa menggerakan kendi seolah-olah kendi bisa bergerak sendiri. Pandangan mata korban terhalang asap hingga dia seperti melihat kendi bergerak sendiri. Di ritual akhirnya, pelaku memasukkan uang dalam kardus yang dijanjikan akan berlipatganda jumlahnya usai ritual.
“Kardus kosong itu diganjal kardus yang lebih kecil dan pelaku memasukan uang Rp 3 juta. Tanpa sepengetahuan korban, pelaku mengambil uang itu dan seolah-olah uang itu hilang untuk digandakan,” tandasnya.
Melihat trik yang dimainkan pelaku, korban menjadi yakin dan mau menyetorkan uang untuk digandakan. “Semua trik itu terbongkar dan ternyata palsu,” tandasnya.

Seperti diberitakan, dengan dalih bisa menggandakan uang, SY (50) seorang dukun palsu warga Sinduadi, Mlati, Sleman, nekat menipu orang yang baru dikenalnya, Harim Bhava (48) warga Ngaglik, Sleman. Korban tertarik dengan tipu daya pelaku hingga menyetorkan uang Rp 335 juta. Namun uangnya tak bertambah usai ritual, hingga dia pun lapor polisi. Pelaku berhasil dibekuk, namun uang hasil kejahatan itu tak tersisa.
(Shn)

Read previous post:
BI DIY Tambah Pojok Baca Bianca di Pevita

Close