Jebol Eternit, Maling Gondhol Belasan HP Hingga Laptop

YOGYA (MERAPI)- Seorang pemuda BW (28) asal Jambi, harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap setelah membobol sebuah gerai penjualan dan servis handphone di daerah Gondokusuman, Yogya pekan lalu. Pelaku beraksi dengan diketahui memanjat tembok dan menjebol eternit.
Dalam aksinya itu, pelaku berhasil menggondol sedikitnya 16 unit peralatan elektronik yang terdiri dari handphone berbagai merk, Macbook dan drone. Akibatnya pemilik toko, korban Ghufron mengalami kerugian mencapai Rp 43 juta.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya kepada wartawan, Senin (21/9) mengatakan, pelaku melakukan aksinya dengan memanjat tembok. Selanjutnya masuk ke dalam toko dengan menjebol eternit dan menguras barang berharga di dalamnya. “Saat berada di dalam toko, pelaku membuka kunci dengan menggunakan obeng. Pelaku kemudian kabur dengan membawa barang dagangan dan handphone yang diservis konsumen korban,” ucap AKP Riko, Senin (21/9).

Dijelaskan, aksi pencurian itu baru diketahui korban saat pagi hari dia hendak masuk toko. saat itu dia mendapati bahwa sejumlah unit barang di dalamnya raib. Korban kemudian mengecek CCTV dan melaporkan kasus itu ke Polresta Yogyakarta.
Berbekal keterangan korban dan bukti-bukti serta rekaman kamera CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Dia kemudian disergap di rumah kos di daerah Sorosutan. Pelaku digelandang ke Polresta Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan. “Pelaku ini melakukan aksi sendirian, alasannya karena ekonomi,” ucapnya.
Selanjutnya hasil curian dijual secara online. “Sekarang masih kami cari pembeli barang curian itu,” katanya.

Sementara itu pelaku BW mengaku menjual beberapa unit hasil curian lewat situs jual beli. “Drone saya jual Rp 3,5 juta dan MacBook Rp 2,2. Saya pakai uangnya buat jalan-jalan dan bersenang-senang,” ujar pelaku.
AKP Riko menambahkan, pelaku tidak melakukan perusakan kaca atau tempat penyimpanan barang. Brankas tempat penyimpanan barang berharga juga masih utuh. “Tidak ada etalase yang dirusak oleh pelaku,” ujarnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
Kecamatan Buka Layanan Drive Thru Penyaluran Beras PKH

Close