8 NAKES POSITIF COVID-19, 2 PUSKESMAS KOTA YOGYA TUTUP-Diduga Tertular Corona Saat Makan Bareng


GEDONGTENGEN (MERAPI)- Puskesmas Gedongtengen dan Wirobrajan di Kota Yogyakarta menutup layanan sementara selama tiga hari. Pasalnya beberapa tenaga kesehatan di puskesmas itu terpapar virus corona. Penutupan layanan itu untuk penyemprotan disinfektan di lingkungan puskesmas guna mencegah potensi sebaran Covid-19.
“Di Puskesmas Wirobrajan ada tujuh tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan di Puskesmas Gedontengen ada satu tenaga kesehatan yang positif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani kepada wartawan, Minggu (20/9).

Dijelaskan, penutupan layanan Puskesmas Gedongtengen dan Wirobrajan dilakukan sejak Sabtu (19/9) sampai Senin (21/9). Dia menuturkan selama kedua puskesmas itu tutup, pelayanan kesehatan dialihan ke puskemas terdekat. Untuk Puskesmas Wirobrajan dialihkan ke Puskemas Ngampilan, Puskemas Mantrijeron dan Puskemas Kraton.
“Untuk Puskesmas Gedongtengen selama tutup, pelayanan bisa dialihkan ke Puskesmas Jetis. Kami masih melakukan tracing terhadap yang kontak erat dan tenaga kesehatan lainnya masih menunggu hasil swab,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Gedongtengen Tri Kusomo Bawono menyebut 1 tenaga kesehatan di Puskemas Gedongtengen yang dinyatakan konfirmasi positif Covid-19 adalah petugas analis laboratorium. Dia menuturkan selama bulan September ada beberapa petugas yang izin tak masuk kerja karena sakit. Lalu pada Senin (14/9) dilakuan rapid tes ada yang reaktif, kemudian tes usap dahak. Hasilnya keluar pada Jumat (18/9), petugas itu konfirmasi positif Covid-19. Statusnya warga Bantul dan kini menjalani isolasi di shelter.

“Teman-teman kami di Puskesmas Gedongtengen berisiko karena kalau pagi makan bareng. Saat makan bareng tidak pakai masker potensi kena di situ. Makanya teman-teman Puskesmas Gedongtengen diminta karantina, terutama yang kontak erat,” tambah Tri Kusumo.
Dia menyampaikan, selama 3 hari Puskesmas Gedongtengen tutup, disemprot disinfektan setiap hari. Puskesmas Gedongtengen juga terus melakukan pelacakan terhadap tenaga kesehatan yang kontak erat dengan kasus Covid-19. Selain petugas laboratorium, satu bidan di Puskemas Gedontengen juga kontak erat dengan tenaga kesehatan Puskesmas Wirobrajan yang dinyatakan positif Covid-19.
“Bidan kami yang kuliah lagi, kalau siang hari kumpul dengan teman-temannya mengerjakan soal kuliah di Puskesmas Gedongtengen. Ternyata ada temannya yang dari petugas Puskesmas Wirobrajan. Satu bidan menunggu jadwal untuk diswab,” terangnya.

Sedangkan Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memastikan meskipun Puskesmas Wirobrajan dan Gedongtengen tutup tapi tidak mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat karena dialihkan ke puskesmas lain yang terdekat. Termasuk upaya puskesmas untuk melacak, melakukan tes usap dan membendung sebaran.
“Makanya Minggu depan, kami besok akan menambah pelatihan kepada tenaga puskesmas dan tenaga kesehatan lainnya agar bisa mempunyai kemampuan surveilans dan swab,” tandas Heroe.(Tri)

Read previous post:
Lambaian Tangan Disangka Guyon, Mahasiswa Tewas Tenggelam di Sungai Oya

Close