USULAN RAKERNAS PERSIAPAN PEPARNAS 2021 – Atlet Pelatnas Tak Diperbolehkan Tampil

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pelaksanaan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) tahun 2021 masih dibahas melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) National Paralympic Committee (NPC) pusat yang kemungkinan digelar tahun ini. Salah satu usulan yang mengemuka yakni tak diperbolehkannya atlet yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) tampil pada Peparnas mendatang.

Menurut Ketua Umum NPC DIY, Hariyanto, usulan tak diperbolehkannya atlet Pelatnas tampil memang sudah mengemuka pada kegiatan pelatihan manajemen olahraga bagi penyandang disabilitas Kemenpora RI secara virtual yang digelar beberapa waktu lalu.

Munculnya usulan tersebut memang memiliki tujuan, yakni agar mempercepat proses regenerasi atlet di tingkat daerah. Hingga saat ini, proses regenerasi atlet di Indonesia memang belum maksimal sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap prestasi di tingkat internasional ke depan.

“Dari NPC pusat sudah ada usulan seperti itu, atlet Pelatnas tak boleh tampil. Tapi kan itu masih dibahas lebih lanjut dalam Rakernas NPC. Apakah nanti akan diterapkan atau tidak, itu tetap menunggu hasil keputusan Rakernas,” terang Hariyanto di Yogya, Jumat (18/9).

Disebutkan Hariyanto, ada kemungkinan bagi para atlet yang pernah masuk Pelatnas tersebut, tampil pada even dengan level yang berbeda. “Jadi untuk atlet Pelatnas, baik itu ASEAN Para Games maupun Asian Para Games, itu ada pertandingan sendiri di level elit. Jadi untuk pertandingan level nasional seperti Peparnas, itu sudah berbeda levelnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Hariyanto menambahkan, adapula kemungkinan para atlet Pelatnas ini benar-benar tidak menjalani pertandingan karena pada sudah mendekati pelaksanaan ASEAN Para Games, yakni bulan Desember 2021.

“Jadi ada dua kemungkinan, kalau Peparnas-nya maju, para atlet Pelatnas itu bisa main tapi bukan di level nasional, ada level sendiri. Sedangkan kalau Peparnasnya bulan November, atlet Pelatnas sama sekali tidak bertanding karena sudah mendekati ASEAN Para Games. Kalau atlet Pelatnas ini bertanding, tentu akan berpengaruh pada persiapan ASEAN Para Games di Vietnam,” imbuhnya.

Menanggapi usulan tidak diperbolehkannya atlet Pelatnas bertanding di Peparnas, Hariyanto menilai jika hal tersebut memberikan peluang bagi atlet muda untuk tampil. “Ya seperti itu pasti ada positif dan negatifnya ya. Memang negatifnya peluang dapat medali dari atlet Pelatnas jadi hilang tapi kami ambil positifnya bahwa atlet muda potensial dari daerah punya peluang besar. Ini yang harus didorong oleh pengurus maupun stakeholder lain guna memotivasi para atlet muda untuk berprestasi,” paparnya. (Oro)

Read previous post:
FOKUS LAGA EKSIBISI HUT KE-53 – Persiba Tetap Butuh Pemain Senior

BANTUL (HARIAN MERAPI) - Persiba Bantul memang mulai melakukan persiapan pembentukan tim menghadapi kompetisi Liga 3 reigional DIY tahun 2020.

Close