PEMKOT YOGYA TETAPKAN SYARAT KHUSUS-Tak Semua OTG Bisa Diisolasi di Shelter


TEGALREJO (MERAPI)- Penampungan atau shelter untuk isolasi kasus positif Covid-19 tanpa gejala di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Bener Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta akan beroperasional pekan depan. Tapi tidak semua kasus positif Covid-19 tanpa gejala langsung diisolasi di shelter Rusunawa Bener. Ada kriteria yang harus dipenuhi oleh kasus positif Covid-19 tanpa gejala yang bisa diisolasi di shelter Rusunawa Bener.
“Kami ingin segera difungsikan, tapi protokol di dalamnya harus dijaga. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama. Kalau tidak Senin atau Selasa sudah bisa digunakan,” kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, saat meninjau ke Rusunawa Bener, Jumat (18/9).

Pihaknya menegaskan kedatangannya bersama jajaran terkait untuk memastikan kesiapan gedung dan protokol di Shelter penanganan Covid-19 di Rusunawa Bener. Dia menyebut kini kasus konfirmasi positif Covid-19 Kota Yogyakarta ada 97 orang dan 80 orang di antaranya tanpa gejala. Ditambahkan, tidak semuanya bisa diisolasi di Rusunawa Bener karena harus memenuhi kritera. Kapasitas Rusunawa Bener 42 unit dengan tiap unit ada 2 kamar. Pemfungsian 2 kamar dalam 1 unit mempertimbangkan hubungan satu keluarga.
“Ada kriteria kasus Covid-19 tanpa gejala yang bisa masuk ke sini. Kami susun protokol yang bisa ke Rusunawa. Misalnya di rumah tidak memungkinkan untuk isolasi karena tidak memiliki sekat-sekat kamar yang berbeda,” terang Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu.

Dia menyampaikan di rusunawa dibagi area non infeksius dan area infeksius yang wajib memakai alat pelindung diri level tiga. Penghuni dan petugas harus mematuhi tata tertib, kondisi kamar harus bersih dan dilarang merokok dan tidak boleh dijenguk. Kemudian tidak memasak karena makanan telah disediakan dan dikhawatirnya makanan tidak memenuhi standar protein serta gizi.
“Diatur alur mobil masuk dan keluar. Mobil yang membawa pasien tanpa gejala juga harus melalui dekontaminasi. Kami mengapresiasi masyarakat sekitar Rusunwa yang mendukung tempat ini menjadi shelter penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta,” ucap Haryadi.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menjelaskan kriteria untuk menempati shelter di Rusunawa Bener di antaranya ada konfirmasi dari puskesmas sudah diperiksa dan dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala, rumah tidak memungkinkan untuk isolasi dan wilayah tak memiliki shelter serta ada kemauan dari yang bersangkutan.

“Kalau sudah memenuhi kriteria, puskesmas akan menghubungi Dinkes lalu akan dikomunikasikan ke shelter untuk persiapan. Setelah itu puskemas akan mengantarkan kasus positif Covid-19 tanpa gejala ke shelter di Rusunawa dan dibawa ke kamar isolasi. Masa isolasi 10 hari dan jika tidak ada gejala maka dinyatakan selesai. Lalu puskesmas akan mengantarkan ke rumah. Tidak diswab lagi. Saat kembali ke rumah harus tetap disiplin protokol Covid-19,” papar Emma.
Dia mengutarakan setiap kasus Covid-19 akan mendapatkan paket peralatan mandi, makan 3 kali sehari, vitamin, madu dan zink. Kondisi kesehatan akan dipantau oleh puskesmas yang mengirim dengan komunikasi lewat telepon selular. Mobil ambulance PSC 119 juga disiagakan di shelter Rusunawa Bener jika ada kegawatdaruratan.(Tri)

Read previous post:
Ustadz Muzammil: Hanya Dengan Kembali Kepada Al-Qur’an, Kita Bisa Mengembalikan Perabadan

"HANYA dengan kembali kepada Qur'an, kita bisa mengembalikan peradaban," kata Ustadz Muzammil Hasballah, qari sekaligus da'i ternama tanah air saat

Close