DPRD DIY TAK AKAN BUKA IDENTITAS 4 ANGGOTA POSITIF COVID-19-Diduga Tertular Corona Saat Kunjungan Kerja

YOGYA (MERAPI)-Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan lembaganya tidak akan menyampaikan nama empat anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa persetujuan dari yang bersangkutan secara pribadi. Dari analisa awal, diduga para anggota dewan itu tertular saat kunjungan kerja ke daerah.
“Soal pemerintah pusat meminta nama pejabat positif dibuka ke publik itu sifatnya imbauan saja. Karena aturan normatifnya tidak boleh,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (17/9).

Sebelumnya, beberapa kalangan juga mengatakan pentingnya pejabat di berbagai lingkungan khususnya pemerintahan untuk membuka identitas diri guna memudahkan tracing dan memutus rantai persebaran Covid-19. Hal ini bukan terkait kerahasiaan identitas pasien, namun lebih kepada tanggung jawab moral sebagai tokoh masyarakat yang dihormati.
Huda menegaskan sebagai lembaga, DPRD DIY tidak berhak untuk menyampaikan ke publik kecuali secara pribadi yang bersangkutan mengizinkan. Huda juga mengatakan sebetulnya ihwal seseorang terinfeksi virus Covid-19 tidak boleh dianggap sebagai aib yang harus ditutupi. Justru sebaliknya mengedukasi masyarakat. Meski begitu, dia tidak bisa memaksa seseorang membuka identitasnya ke ranah publik.

“Kami harus ikuti aturan, mulai dari hasil swab tes sampai tracing (penelusuran). Jika pusat mengimbau terbuka, itu urusan masing-masing pribadi,” imbuhnya.
Saat ini, kewajiban utama yang diemban ialah menindaklnjuti temuan kasus positif Covid-19 di lembaganya. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan kebijakan penutupan gedung DPRD DIY selama tiga hari (16/9 hingga 18/9) untuk dilakukan disinfektan. Adapun rapat-rapat digelar secara daring.
Huda menambahkan tes swab anggota dewan pada Sabtu (12/9) adalah murni inisiatif dengan tujuan memberi contoh kepada masyarakat bahwa Covid-19 bisa menyerang siapa saja, sekalipun di lembaga yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Gelombang kedua sebanyak 23 orang kemarin juga melakukan swab tes namun hasilnya belum keluar,” ungkapnya.
Ditambahkan, keempat anggota dewan yang positif Covid-19 merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan masih dilakukan tracing oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19. Huda menduga mereka terpapar dari tramisi lokal yang muncul saat kunjungan kerja di beberapa daerah.(C-4).

Read previous post:
Siluman Tikus Pembuat Onar

DESA Banyu Mili tiba-tiba dikejutkan dengan kejadian aneh. Sawah mereka porak poranda dan tak ada seorang pun yang mengetahui kejadian

Close