MAHASISWA UMBY PRAKTIK MENGAJAR DI SMA KULONPROGO- Beradaptasi dengan Perubahan Akibat Covid-19

PEMBELAJARAN secara daring akibat pandemi Covid-19 masih berlangsung di sekolah-sekolah hingga saat ini. Tak dapat dipungkiri, perubahan dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran daring tersebut memunculkan kendala maupun keluhan tersendiri.
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Alfianita Pramudyani yang sedang magang atau melakukan praktik mengajar di salah satu SMA di Kulonprogo pun bisa merasakan beberapa kendala dan keluhan dari guru maupun siswa. Meski demikian, mereka selalu berusaha bisa beradaptasi sebaik mungkin dengan perubahan-perubahan akibat adanya pandemi Covid-19.

“Ketika kami mengadakan  virtual meeting, beberapa siswa masih ada yang mengeluhkan soal sinyal internet. Ada lagi yang mengeluh dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh guru, rasa bosan dan jenuh berada di rumah setiap harinya,” ungkap Alfi, baru-baru ini.

Selain itu, sebutnya, ada pula beberapa siswa yang masih belum paham Zoom serta Google Meet. Namun secara bertahap bisa lebih mengenal, menguasai serta menerapkan aplikasi tersebut. Sedangkan dari sisi guru, antara lain mereka dituntut untuk selalu up-to-date dan inovatif dalam mengajar. Sebagian dari mereka pernah mengeluhkan tentang bagaimana cara penyampaian materi secara daring. Bahkan ada juga guru yang masih kebingungan bagaimana menggunakan dan mengoperasikan Google Classroom, Zoom, Google Meet dan situs pembelajaran lainnya. Tetapi hal tersebut tak menjadi halangan bagi mereka untuk tetap memberikan materi serta tugas harian sebagai penunjang pembelajaran daring selama masih ada pandemi Covid-19.

“Selain itu ada beberapa guru hanya bermodalkan memfoto materi kemudian mengunggahnya di  group chat  siswa, kemudian ada beberapa yang mengetik materi melalui aplikasi Word atau dengan slides PPT yang mereka buat sedemikian rupa agar mudah dipahami. Namun ada juga yang sudah dapat mengoperasikan Google Classroom dan situs pembelajaran daring lainnya,” terang Alfi.

Ditambahkan Alfi, meski sebenarnya pembelajaran daring sudah diatur dalam Permendikbud No 22 Tahun 2016, namun semuanya harus beradaptasi dengan perubahan yang serba mendadak ini. Para guru yang tak ingin ketinggalan dengan perubahan kemajuan teknologi, ada yang dengan suka rela mengikuti pelatihan online atau webinar baik yang gratis hingga berbayar. Atau mereka juga tak segan untuk bertanya kepada mahasiswa yang sedang magang atau melakukan praktik mengajar di suatu sekolah.

“Meski belum tahu akan sampai kapan pembelajaran secara daring ini berlangsung, yang perlu diperhatikan bersama, yaitu bagaimana agar bisa memutus rantai persebaran Covid-19 agar tak berkepanjangan, namun tetap memprioritaskan juga kemajuan pendidikan,” harapnya. (Yan)

Read previous post:
DIGELAR FAPET UGM – Pertama di Indonesia, Kontes Sapi Perah Semi Virtual

FAKULTAS Peternakan (Fapet) UGM bekerja sama dengan Koperasi Sekunder Sarana Usaha Warga Sejahtera Sleman menyelenggarakan kontes sapi perah semi virtual

Close