Pedagang Tertular Corona, Pasar Beringharjo Timur Libur Sehari

GONDOMANAN (MERAPI)- Para pedagang Pasar Beringharjo Timur pada Selasa (15/9) harus libur sehari tidak berjualan karena disemprot disinfektan. Hal itu menyusul adanya satu pedagang sayur yang dinyatakan konfirmasi positif Covid-19. Sementara itu pada Selasa kemarin, pasien positif corona di Yogya bertambah 26 kasus.
“Kegiatan Pasar Beringharjo Timur hari ini Selasa (15/9) tutup karena kami semprot disinfektan. Kami libatkan armada Dinas Kebakaran karena cakupannya luas,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono di Pasar Beringharjo, Selasa (15/9).

Dijelaskan, penyemprotan disinfektan dilakukan di bagian dalam lantai 1 dan 2 Beringharjo Timur serta bagian luar dari timur ke barat. Untuk lantai 3 penyemprotan dengan alat semprotan kecil karena produk kerajinan yang rentan. Disperindag Kota Yogyakarta sebenarnya sudah menyemprot disinfektan di area lokasi tempat berjualan pedagang sayur yang positif di Pasar Beringharjo Timur lantai 2.
“Kemarin kami juga sudah menyemprot disinfektan di lapak pedagang yang positif Covid-19. Untuk mengantisipasi area penyemprotan kami perluas di semua lantai di Pasar Beringharjo Timur sambil menunggu hasil tracing,” terangnya.

Menurutnya pedagang yang positif Covid-19 itu sakit sudah lama dan masuk rumah sakit. Lalu dites cepat hasilnya reaktif, kemudian tes usap dahak hasilnya positif pada hari Minggu (13/9). Pada Senin (14/9) informasi satu pedagang Pasar Beringharjo timur positif Covid-19 itu diterima Disperindag dan dilakukan pelacakan kasus oleh Gugus Tugas setempat.
“Hasil tracing sementara ada 18 orang pedagang yang kontak erat dan diminta isolasi mandiri dulu. Kami harap bisa segara dites swab dan tidak sampai menjadi klaster,” tambahnya.
Dia menegaskan sejak awal sudah menekankan ke seluruh pedagang untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti wajib pakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan pakai sabun. Termasuk memberi tali pembatas untuk mengatur alur pengunjung satu arah dan pembatasan jam operasional pasar. Bahkan pedagang pemasok dari luar Yogyakarta, terutama zona merah yang masuk ke pasar harus membawa surat keterangan sehat.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan hasil pelacakan kasus pedagang Pasar Beringharjo timur ditemukan 18 orang yang berdekatan dan memiliki kontak erat. Tapi belum dites usap dahak karena masih proses pelacakan untuk menentukan kategori kontak erat dan yang akan dites usap dahak.
“Pedagang yang positif Covid-19 ini memiliki gejala batuk. Akhir Agustus sudah diminta istirahat di rumah. Lalu rapid tes hasilnya reaktif dan tes swah hasilnya positif. Kami masih tracing. Secepatnya kami akan swab orang yang punya kontak erat setalah hasil tracing selesai,” jelas Heroe.
Sementara itu Ketua Paguyuban Pedagang Beringharjo Timur Lantai 1, Harno membenarkan kondisi pedagang yang positif Covid-19 itu sebelumnya sudah sakit. Atas kasus itu sebelum ada tracing, sebagian pedagang sekitar merasa khawatir lalu melakukan rapid tes mandiri dan hasilnya non reaktif. Para pedagang juga diimbau lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Pedagang ini tertib orangnya. Kalau salat selalu pulang ke rumahnya dan makannya bawa sendiri. Tapi belum lama ini cerita, sering njagong manten diundang sana sani,” pungkas Harno. (Tri)

Read previous post:
Bapaslon Diminta Lengkapi Berkas Pendaftaran

WONOSARI (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul meminta tim perantara atau pemenangan bakal pasangan calon peserta Pemilihan Kepala

Close