9 PEMBUNUH LUKMAN TERANCAM HUKUMAN BERBEDA-Remaja Kakak beradik Dituntut 3,5 tahun Penjara

BANTUL (MERAPI)- Para terdakwa penganiayaan yang menewaskan remaja Lukman Rahma Wijaya (18) warga Pleret Bantul menjalani sidang tuntutan di PN Bantul, Senin (14/9). Terdakwa PES (17) dan adiknya MREP (15) warga Wonokromo II Desa Wonokromo Pleret Bantul serta Fdi masing-masing dituntut 3,5 tahun penjara. Sedang 6 pelaku lain dituntut 2,5 tahun hukuman penjara.

Jaksa penuntut umum (JPU) Affif Panjiwilogo SH menyatakan tuntutan PES dan MREP cukup tinggi karena keduanya dikenal sebagai dalang aksi pengeroyokan. Sementara Fdi diketahui sebagai pelaku yang membenturkan kepala korban ke tembok hingga menyebabkan tewas. Di sisi lain, enam pelaku anak lainnya, Bmo dkk dituntut 2,5 tahun penjara.
Perbuatan para terdakwa dinilai telah melanggar pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP dan pasal 351 ayat 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Atas tuntutan itu, penasihat hukum Chrisna Harimurti SH dan Deni Kuncoro Sakti SH akan mengajukan pledoi dalam sidang selanjutnya.

Dalam uraian tuntutan jaksa, kedua terdakwa sebelumnya bersama tujuh anak lain dan empat terdakwa dewasa (berkas terpisah) pada Sabtu 8 Agustus 2020 pukul 01.55 telah melakukan penganiayaan terhadap korban Lukman warga Kauman Pleret hingga meninggal dunia di rumah PES dan MREP.
Semula korban Lukman pada Jumat 7 Agustus 2020 pukul 19.30 datang ke rumah PES dengan alasan pergi dari rumah. Saat berada di rumah tersebut korban mengaku lapar dan hendak meminjam uang untuk makan dan disarankan membeli mie instan serta es.

Selanjutnya korban main game sampai akhirnya pukul 02.00, dia berniat meminjam sepeda motor dengan alasan mau pulang. Tetapi selang 10 menit korban kembali lagi dengan membawa es dan rokok.
Hal itu menyebabkan kecurigaan karena setelah korban datang, uang milik terdakwa PES hilang. Kecurigaan itu diperkuat awalnya korban mengaku tidak memiliki uang tetapi bisa membeli es. Saat dicecar pertanyaan akhirnya korban mengakui telah mencuri uang sebesar Rp 50.000.
Sejak itulah terjadi penganiayaan terhadap korban Lukman. Bahkan terdakwa Fdi telah membenturkan kepala korban hingga akhirnya diketahui meninggal dunia.(Usa)

Read previous post:
Rampas Motor, Begal Sadis Bacok Mahasiswa

Close