Lurah di Gunungkidul Positif Corona, Semua Pamong Diisolasi

YOGYA (MERAPI)-Pemda DIY melaporkan penambahan 33 kasus positif Covid-19 dan satu orang meninggal pada Senin (14/9). Dengan jumlah ini, sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 1.869 kasus dan 53 meninggal. Sementara di Gunungkidul, seorang lurah terkonfirmasi positif corona hingga seluruh pamong desa menjalani isolasi mandiri.
Jumlah sampel yang diperiksa kemarin sebanyak 554 sampel dan 520 orang.
“Distribusi kasus terdapat enam warga Kota Yogyakarta, tiga warga Bantul, empat warga Gunungkidul, dan 20 warga Sleman,” ungkap juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.

Dia menambahkan, distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari 8 kasus hasil screening karyawan kesehatan, dua kasus hasil screening pekerja, 13 kasus hasil tracing kontak kasus sebelumnya, dua kasus dari perjalanan luar kota, dan 8 kasus masih dalam penelusuran.
Selain itu dilaporkan 23 kasus sembuh sehingga total kasus sembuh sebanyak 1.355 kasus, terdiri dari 8 warga Kota Yogyakarta, 12 warga Bantul, dan tiga warga Gunungkidul.
“Satu orang dinyatakan meninggal, kasus 1.532 laki-laki usia 60 tahun warga Kota Yogyakarta,” imbuhnya.
Sementara itu Kantor Lurah Jetis, Saptosari, Gunungkidul dan pelayanan warga terpaksa ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan sejak Senin (14/9). Langkah ini dilakukan menyusul Lurah Jetis, Agus Susanto yang dinyatakan hasil pemeriksaan swab positif terkonfirmasi Covid-19. Untuk sementara pelayanan warga diambil alih Kecamatan Saptosari agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. “Penutupan kantor kalurahan tersebut karena seluruh pamong menjalani swab dan isolasi mandiri,” kata Panewu Saptosari, Djarot Hadi Atmojo.

Dijelaskan, swab massal tersebut dilakukan Dinas Kesehatan lantaran dari hasil tracing diketahui para pamong memiliki kontak langsung dengan terkonfirmasi positif. Sebelum dinyatakan berdasarkan hasil swab positif Covid-19, kata dia, lurah tersebut mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri seluruh pamong tanpa kecuali dan semua memiliki riwayt kontak langsung dengan Lurah. Terdapat 20 pamong kalurahan dan beberapa dukuh yang dilakukan swab massal dan dalam proses menunggu hasil. Untuk itu mereka diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri. “Pelayanan masyarakat tetap dilakukan di kantor kapanewon,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes menambahkan bahwa pergerakan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul masih terus terjadi dan bersamaan dengan keluarnya hasil swab lurah Jetis terdapat penambahan terkonfirmasi positif sebanyak 6 orang. Mereka itu adalah untuk kasus baru terdiri atas 3 laki-laki dan 3 perempuan, dengan rentang umur 24 hingga 63 tahun dan 3 di antaranya berasal dari Kapanewon Saptosari. Sementara pasien lainnya dari Karangmojo, Rongkop, dan Nglipar. ”Dua orang terkonfirmasi positif tersebut 2 di antaranya merupakan pelaku perjalanan dari luar wilayah Gunungkidul, sedangkan 4 lainnya kontak dengan konfirmasi positif sebelumnya,” ucapnya.
Karena pergerakan Covid-19 masih terjadi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan tanpa kecuali. Termasuk mengenakan masker, selalu cuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak. Dia berharap ke depan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul bisa dicegah.(C-4/Pur)

Read previous post:
Cavindra-Lintang Runner Up Duta Lingkungan Hidup Jateng

KARANGANYAR (MERAPI) - Pasangan Cavindra Pastika Wardana-Lintang Pharamudita keluar sebagai pemenang kedua Duta Lingkungan Hidup Jawa Tengah tingkat SD tahun

Close