Rampas Motor, Begal Sadis Bacok Mahasiswa

YOGYA (MERAPI)- Tim Resmob Polresta Yogyakarta dan Polsek Umbulharjo berhasil mengungkap komplotan begal sadis yang beraksi di Kota Yogya. Satu anggota komplotan ini berhasil dibekuk, sedang tiga lain masih buron. Mereka cukup sadis dan tidak segan melukai korbannya dengan membacok menggunakan golok.
Menurut keterangan, satu orang yang ditangkap berinisal RS (32) warga Sosrodipuran, Gedongtengen, Yogya. Sementara itu tiga orang anggota komplotan lainnya berhasil meloloskan diri dan saat ini masih dalam pengejaran petugas.
“Pelaku ditangkap di rumahnya. Sedangkan satu orang berhasil kabur ke Lampung dan dua orang kabur ke Bekasi. Saat ini masih dalam pengejaran,” beber Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Rico Sanjaya SIK kepada wartawan, Senin (14/9).

Dijelaskan, penangkapan komplotan ini berawal dari laporan korban Hardi Mardiyansyah (20), seorang mahasiswa asal Riau. Awalnya, korban keluar malam untuk mencari makan pada Rabu 3 Juni lalu. Saat melintas di simpang empat Babaran, Umbulharjo, Yogya, tiba-tiba dia dipepet oleh dua orang pelaku berboncengan motor.
Karena ketakutan, korban kemudian putar balik. Namun naas, saat membelokan motornya hendak putar balik, dia langsung dihadang oleh tersangka lainnya yang juga menggunakan sepeda motor. Saat itulah tersangka RS langsung mengayunkan golok.
Akibat sabetan golok tersebut, korban mengalami luka bacok pada bagian punggung. Dalam keadaan terluka, korban kemudian kabur, sedangkan sepeda motornya tertinggal di lokasi. Saat itulah para pelaku langsung membawa kabur motor Honda milik korban.

Korban selanjutnya ditolong oleh warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, dan selanjutnya dilarikan ke rumah sakit. Usai mendapatkan perawatan, korban diantar melapor ke Polsek Umbulharjo Yogya, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Mendapat laporan itu, Tim Resmob Polresta Yogyakarta lantas melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya, berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan dari korban, petugas berhasil mengidentifikasi para tersangka. Mereka dikejar ke beberapa tempat tapi petugas selalu kehilangan jejak.
Beberapa waktu lalu, saat petugas Polsek Umbulharjo melakukan razia kendaraan di Wirosaban Yogya, ditemukan motor Honda yang mirip milik salah satu pelaku dan digunakan untuk melakukan kejahatan. Tapi motor saat itu digunakan orang lain dan sudah berpindah tangan. Dari temuan ini polisi kemudian melacak pemilk motor tersebut dan mengarah ke salah satu tersangka.

“Kita langsung lacak di rumah tersangka tapi sudah tidak ada. Setelah kejadian itu, komplotan tersangka ini tinggal berpindah-pindah, di Bantul, Sleman dan Kota Yogya,” katanya.
Tiga bulan memburu pelaku, polisi akhirnya menerima informasi salah satu anggota komplotan ini, RS berada di rumahnya pada 6 September lalu. Berbekal keterangan tersebut petugas kembali melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan tersangka di rumahnya. Dari tangan dia, petugas juga mengamankan barang bukti helm, golok dan jaket yang digunakan saat melakukan aksi. “Saat kami buru tiga pelaku lain, mereka sudah terlebih dulu kabur keluar Yogya,” tandasnya.(Shn)

Read previous post:
Denda Pelanggar Prokes di Pati Rp 100 Ribu Sampai Rp 1 Juta

PATI ( MERAPI ) - Untuk menurunkan posisi Pati dari zona resiko tinggi, maka pemkab Pati akan menerapkan sanksi bagi

Close