Targetkan Lima Besar, Manajemen PSS Siapkan Bonus

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Manajemen PSS Sleman bakal menyiapkan bonus bagi para pemain selama lanjutan Liga 1. Namun bonus yang diberikan bukan sekadar “tambahan” bila pemain memenuhi target menyelesaikan liga di peringkat lima besar. Pemberian bonus ini adalah upaya manajemen menanamkan mind set ke pemain untuk memenuhi tanggung jawab bersama selama berbaju Laskar Sembada.

“Biasanya bonus itu kan sifatnya suka-suka, owner kasih bonus kalau menang ke pemain. Buat kami, bonus yang disiapkan bukan sekadar untuk motivasi saja tapi sekaligus mengubah mind set pemain kita bahwa inilah bentuk tanggung jawab bersama untuk tim,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PSS) Marco Paulo Garcia, kemarin.

Meski tak membeberkan nominal yang akan diberikan ke Bagus Nirwanto dan kawan-kawan, Marco memastikan anggaran bonus masuk dalam perencanaan anggaran dan tidak akan diutak-atik. Hal itu juga sudah disampaikan ke pemain saat renegoisasi kontrak beberapa waktu lalu. Marco berharap para pemain bisa lebih paham akan tanggung jawab mereka sebagai pemain dan duta klub saat di luar lapangan.

“Saya sampaikan ke mereka juga manajemen sudah fokus dan terbagi tugasnya, sekarang saatnya pemain juga bertanggung jawab terhadap tugas mereka,” sambung eks CEO Badak Lampung itu.

Saat ini para pemain sendiri terus menggeber latihan mandiri di Lapangan Yogyakarta International School (YIS). Masih minus pelatih kepala Dejan Antonic, striker Irfan Bachdim, dan bek Aaron Evans, penggawa Laskar Sembada masih fokus membenahi kondisi fisik di bawah Danang Suryadi selaku pelatih fisik. Minggu (13/9) kemarin sejumlah pemain sempat minta uji coba pada manajemen agar bisa mengukur perkembangan setelah lima bulan tidak merumput. Apalagi setelah sejumlah tim yang berkandang di Sleman bicara pada media untuk bisa beruji coba pada PSS.

Marco sendiri langsung menolak permintaan itu lantaran situasi belum memungkinkan. Uji coba bagi manajemen berisiko cukup besar karena akan merusak apa yang sudah dibangun bersama sejak latihan bersama. “Pemain ada yang minta uji coba. Saya tolak karena kita harus lihat risiko dan saya jelaskan kenapa sih protokol kesehatan di tim sangat ketat. Mereka bisa menerima dan sekarang kondisi tim sangat positif,” beber Marco.

Pemain muda PSS, Luthfi Kamal mengapresiasi kerja manajemen yang sudah menganggarkan bonus dan menjaga kesehatan tim dengan menerapkan protokol ketat. Bagi penggawa Tim Nasional (Timnas) U-23 itu membeberkan saat ini pemain makin fokus melahap menu latihan fisik sembari menunggu kedatangan Dejan Antonic ke Sleman. “Memang diarahkan dulu ke latihan fisik sebelum latihan sama Coach Dejan. Tidak ada uji coba tidak apa-apa karena memang semua demi kesehatan,” kata Luthfi. (Des)

Read previous post:
Cabut Laporan, Pengelola Toko Trubus Maafkan Pelaku Pembakaran

Close