Cabut Laporan, Pengelola Toko Trubus Maafkan Pelaku Pembakaran

JETIS (MERAPI)- Beberapa saat sebelum nekat melakukan aksi pati obong di Toko Roti Trbus, Id ternyata bertemu salah seorang pengelola toko, Setiawan Rudi (38). Menurut Setiawan, pelaku sudah tidak bekerja di toko tersebut. Meski sempat melapor aksi pembakaran toko, namun pihak pengelola akhirnya memaafkan pelaku dan mencabut laporannya.
“Yang bersangkutan datang bertemu saya untuk membicarakan pekerjaan,” kata Setiawan Rudi kepada wartawan di sela-sela bersih-bersih toko, Minggu (13/9).
Menurut Setiawan, pelaku yang sudah bekerja selama 16 tahun di toko roti itu bertemu dengannya untuk membicarakan pekerjaan pada Sabtu subh. Selama bekerja, ujarnya, pelaku diberi kepercayaan memegang bagian keuangan di toko roti.

Namun ternyata pelaku justru menyalahgunakan jabatannya. Setiawan menyebut pihaknya menemukan selisih penghitungan uang yang dikelola pelaku. Sejak itulah dia diberhentikan dan kemudian menemui Setiawan untuk membicarakan masalah ini pada Sabtu pagi.
“Saya tanya kenapa? Mau membahas pekerjaan?, Saya tunda pukul 9 siang saja, saya kerja dulu. Tak ada ngomong kasar atau menyinggung, saya bicara sama dia juga baik-baik,” beber Setiawan.
Pelaku akhirnya menunggu Setiawan. Kemudian pelaku turun ke lantai dasar. Tak lama setelah itu, istri Setiawan mendengar suara siraman air yang diduga seperti orang mandi, namun hal tersebut tidak membuat Setiawan curiga.

“Saya kira itu korban karena sudah biasa mandi di sini juga,” ujarnya.
Tiba-tiba keluar kepulan asap dari lantai dasar. Saat dicek ternyata api sudah menyala besar. Sebanyak 6 orang yang terdiri dari istri Setiawan, dua anaknya dan dua karyawan yang berada di lantai atas bergegas menyelamatkan diri lewat tangga belakang.
Setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran, Setiawan belum mengetahui penyebab dari kebakaran. Hingga akhirnya Setiawan masuk ke dalam toko untuk menarik motornya yang ikut terbakar.
Selain mendapati motornya yang hangus, Setiawan juga kaget melihat sosok korban yang ditemukan dalam keadaan kaku. “Saya kaget saat narik motor ada Id di bawahnya sudah hangus terbakar. Saya lalu cek CCTV toko,” jelasnya.

Dalam rekaman CCTV itu, pelaku terlihat menyiramkan tubuhnya yang diduga bensin. Kemudian menyalakan api untuk membakar diri lalu api merambat ke gedung toko, di tas korban juga ditemukan korek api.
Akibat kebakaran tersebut, Setiawan menyebut pihaknya menderita kerugian sekitar Rp 200 juta. Setiawan mengatakan perkara ini sebelumnya dilaporkan kepada pihak berwajib. Namun telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Perkaranya sudah selesai, saya berharap bisa perlahan-lahan bangkit karena ada tanggung jawab yang harus saya penuhi,” harapnya.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Riko Sanjaya menambahkan bahwa pihak pelaku dan pengelola toko sudah bertemu. “Dalam pertemuan itu, pihak toko tidak ingin melanjutkan perkara dan menyabut laporannya dicabut,” katanya.

Menurutnya perkara bermula karena permasalahan perselisihan administrsi yang tidak sesuai. “Awalnya karena perhitungan administrasi yang tak sesuai lalu berakhir aksi dugaan bunuh diri dengan cara membakar toko,” pungkasnya. Seperti diketahui, Diduga sakit hati gara-gara diberhentikan dari pekerjaanya, Id (35) warga Kutoarjo nekat melakukan aksi bunuh diri dengan cara membakar dirinya di bekas tempatnya bekerja yakni Toko Roti Trubus kawasan Jetis, Yogya, Sabtu (12/9) pukul 04.00 WIB. Kejadian ini memicu kebakaran cukup besar di toko roti tersebut.
(Shn)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close