Mantan Karyawan Toko Roti Trubus Pati Obong Gara-gara Dipecat

YOGYA (MERAPI)- Diduga sakit hati gara-gara diberhentikan dari pekerjaanya, Id (35) warga Kutoarjo nekat melakukan aksi bunuh diri dengan cara membakar dirinya di bekas tempatnya bekerja yakni Toko Roti Trubus kawasan Jetis, Yogya, Sabtu (12/9) pukul 04.00 WIB. Kejadian ini memicu kebakaran cukup besar di toko roti tersebut.
Kasubag Humas Polresta Yogyakarta AKP Sartono kepada wartawan, Minggu (13/9) mengatakan, kejadian itu bermula saat korban datang ke toko roti sambil membawa jerigen berisi bensin pada Sabtu Subuh. Korban menggedor-gedor pintu toko sambil berteriak sambil memanggil pemilik toko.

Mengetahui hal tersebut, salah seorang karyawan yang tinggal di lokasi, Wawan (32) warga Sidoarum, Godean, membukakan pintu toko. “Setelah pintu dibuka, pelaku langsung masuk ke dalam toko,” beber AKP Sartono, kemarin.
Tidak banyak berkata-kata, pelaku naik ke lantai 2 toko sambil membawa tas ransel berisi jerigen. Tidak lama kemudian pelaku turun lewat tangga belakang toko sambil terdengar suara seperti air yang dituang di lantai.
Setelah itu, dikatakan AKP Sartono, beberapa menit kemudian ada api yang menyala besar membakar ruangan. Atas kejadian itu, saksi langsung berusaha memadamkan api, namun api dengan cepat membakar isi toko.
“Saksi kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran dan petugas polisi Polsek Jetis. Sesaat kemudian petugas pemadam yang datang langsung menjinakkan api,” ucapnya.

Saat berhasil memadamkan api, petugas menemukan pelaku dalam kondisi sudah terbakar. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong. Kuat dugaan, pelaku meninggal di lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan olah TKP di Toko Roti Trubus. Sejumlah barang bukti diamankan. Termasuk rekaman CCTV. Berkat rekaman itulah polisi memiliki bukti bakhwa toko roti tersebut sengaja dibakar.
“Berdasarkan rekaman CCTV, korban diduga bunuh diri karena menyiram tubuhnya dengan bensin. Kemudian api merembet ke toko,” tandasnya.

AKP Sartono menambahkan, berdasarkan informasi, ternyata korban merupakan karyawan Toko Trubus yang diberhentikan dari pekerjaannya. Alasannya korban sering mempunyai permasalahan dengan pengelola toko. Hal itulah yang diduga kuat memicu tindakan nekat itu.
“Dia diberhentikan karena memang bermasalah. Termasuk karena korban sering bermasalah dengan keuangan toko, tagihan tidak sesuai,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Sanksi Sosial Lebih Berat

BENARKAH sanksi sosial lebih berat ketimbang sanksi lainnya ? Pertanyaan ini mengemuka berkaitan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan

Close