6 Ibu Hamil Positif Covid-19, Sumber Penularan Masih Misteri

UMBULHARJO (MERAPI)-Sebanyak 6 ibu hamil di Kota Yogyakarta dinyatakan konfirmasi positif Covid-19. Temuan itu berdasarkan hasil pelacakan pemeriksaan ibu hamil sebelum melahirkan. Sumber awal paparan Covid-19 pada para ibu hamil itu terus ditelusuri tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta.
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut ada tambahan 13 kasus konfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (10/9). Sebagian besar adalah kasus riwayat pekerjaan luar kota, dan hasil tracing dari sebaran luar kota. Ada yang dari Jakarta, Magelang dan Semarang maupun dari kontak erat kasus di Sleman. Tambahan kasus itu juga dari pemeriksaan skrining ibu hamil yakni 6 ibu hamil dinyatakan konfirmasi positif Covid-19.

“Enam ibu hamil ini semua tanpa gejala, sehingga isolasi mandiri semua. Kami saat ini sedang pelajari dan tracing penyebabnya,” kata Heroe, Jumat (11/9).
Dia menjelaskan sesuai aturan, ibu hamil harus menjalani pemeriksaan deteksi Covid-19 sebelum melahirkan. Ibu hamil yang diperiksa memiliki usia sudah 38 minggu. Di Kota Yogyakarta awalnya ada 12 ibu hamil yang menjalani tes usap dahak hasil skrining diketahui 5 positif Covid-19. Lalu ada satu ibu hamil positif Covid-19 dari pemeriksaan mandiri.
“Karena ibu hamil mengalami perubahan hormon dan fungsi sistem kekebalan tubuh. Sewaktu hamil sistem imun ibu hamil perlu bekerja lebih keras karena harus melindungi dua tubuh. Makanya ibu hamil lebih berisiko terserang infeksi, sehingga ada pemeriksaan Covid-19 sebelum melahirkan,” terangnya.

Pihaknya belum dapat memastikan penyebab dan latar belakang para ibu hamil yang positif Covid-19 apakah memiliki mobilitas tinggi atau tidak. Dia menegaskan kasus konfirmasi positif Covid-19 ibu hamil masih dilacak di sekitarnya. Termasuk untuk identifikasi para ibu hamil yang positif Covid-19 belim bisa diuraikan. Nantinya akan dianalisa.
Selain itu ada tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster Soto Lamongan. “Ada tambahan dua kasus konfirmasi positif dari klaster Soto Lamongan dari pekerjanya,” imbuh Wakil Walikota Yogyakarta itu.
Pemkot Yogyakarta mencatat per Kamis(10/9) jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 ada 74 orang, sembuh 143 orang dan meninggal 11 orang.

Menurut Heroe, banyaknya kasus Covid-19 tanpa gejala, maka yang paling penting saat ini adalah penguatan protokol covid- 19. Ada 2 tim Pemkot Yogyakarta yang bertugas menertibkan pelaksanaan protokol Covid-19 yakni Tim Gumaton dann Tim Gabungan. Tim Gumaton khusus pengawasan di Kawasan sumbu filosofi dari Tugu Yogya, Malioboro sampai Kraton. Untuk tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri pengawasan dan pemeriksaan di luar wilayah sumbu filosofi.
“Sanksi sosial dan denda akan diberikan pada siapapun yang tidak menjalankan protokol covid-19, baik warga maupun pelaku usaha,” tandas Heroe.(Tri)

Read previous post:
No HP Kapolsek Pun Dibajak

PEMBAJAK nomor HP ternyata masih berkeliaran mencari mangsa. Kali ini giliran No HP Kapolsek Bulaksumur Kompol Sugiyarto yang dibajak. Sang

Close