POSITIF CORONA TAMBAH 50-Penularan di Kota Yogya Dominan Terjadi di Lingkungan Keluarga

UMBULHARJO (MERAPI)- Penularan Covid-19 di Kota Yogyakarta diklaim belum sampai pada transmisi komunitas di masyarakat. Peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta cenderung karena transmisi lokal lingkungan keluarga.
“Sebagian besar sebaran Covid-19 di Yogya terkait transmisi lokal. Kebanyakan dari lingkungan keluarga,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Kamis (10/9).
Dia mencontohkan pada kasus Covid-19 di Kotabaru dipicu dari adanya orang dengan mobilitas tinggi dan menularkan ke banyak orang di sekitar. Termasuk kasus Covid-19 di Kecamatan Danurejan yang ditemukan di Kantor Urusan Agama (KUA), toko kelontong, PKL Malioboro dan mess karyawan.
“Meski itu ada di satu kecamatan yang sama, tapi lokus kasusnya berbeda. Jadi blum bisa dikategorikan transmisi komunitas. Kami baru akan melihat hasil tracing kasusnya,” tambah Wakil Walikota Yogyakarta itu.

Pemkot Yogyakarta mencatat per Rabu (10/9) kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dirawat sebanyak 58 orang, sembuh 142 orang dan meninggal 11 orang. Menurutnya meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta belakangan ini karena penularan di lingkunan keluarga. Dia menyebut sudah ada sekitar 27 keluarga yang terjadi penularan Covid-19. Paling tinggi pada klaster Soto Lamongan yang terdapat 15 orang anggota keluarga konfirmasi positif Covid-19.
“Lingkungan keluarga ada yang dari tenaga kesehatan. Paling banyak dengan latar belakang keluarga dari klaster Soto Lamongan,” ujar Heroe.
Dia menilai lingkugan keluarga rentan karena kontak erat setiap hari. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang rendah di lingkungan keluarga. Oleh sebab itu bagi anggota keluarga yang memiliki mobilitas tinggi diharapkan tetap menerapkan protokol Covid-19 di lingkungan rumah.
Secara terpisah Ketua RW 03 Kotabaru Bagus Sumbarja mengatakan, lingkungan di wilayah Kotabaru tetap kondusif. Warga Kotabaru yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Dia membantah pemberitaan adanya Ketua RW di Kotabaru yang dinyatakan positif Covid-19. Pihaknya mengaku Ketua RW di Kotabaru baru melakukan tes usap dahak pada Kamis (10/9).

“Kotabaru tetap kondusif. Saya dan dua ketua RW lain baru uji swab hari ini (Kamis (10/9) di Puskesmas Gondokusuman. Jadi belum ketahuan hasilnya positif atau negatif,” tegas Bagus.
Pihaknya juga mengklarifikasi adanya seorang warganya berumur 81 tahun yang meninggal dunia pada 26 Agustus 2020. Dia menyebut warga itu meninggal pada 21 Agutusu 2020. Kebutuhan warga yang melakukan isolasi mandiri juga dipenuhi dari swadaya sumbangan masyarakat.
Sementara itu, lonjakan penambahan kasus positif kembali terjadi dengan adanya 50 kasus baru, Kamis (10/9). Distribusi 50 kasus positif di Yogyakarta terdiri dari 13 warga Kota Yogyakarta, 16 warga Bantul, 19 warga Sleman, satu warga Kulonprogo, dan satu warga Gunungkidul.

“Distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari lima kasus hasil screening karyawan kesehatan, satu kasus hasil screening pra operasi, 17 kasus tracing kasus sebelumnya, 7 kasus perjalanan luar daerah, dan 20 kasus masih dalam penelusuran,” ungkap Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.
Selain itu dilaporkan 30 kasus sembuh dari Covid-19 sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 1.298 kasus terdiri dari 26 warga Bantul, 1 warga Kulonprogo, 1 warga Gunungkidul, dan 2 warga Sleman.
“Kemudian satu kasus meninggal, kasus 1.597 seorang laki-laki usia 60 tahun warga Kota Yogyakarta sehingga total kasus meninggal menjadi 49 kasus,” imbuh Berty.(Tri/C-4)

Read previous post:
ilustrasi
Tak Punya Uang, Pelajar Nyuri Elpiji

Close