Sales Sembako Gondhol Mi Instan Senilai Rp 66 Juta

GODEAN (MERAPI)- Dua orang sales sebuah distributor sembako di wilayah Godean, Sleman ditangkap usai menggelapkan mi instan dalam jumlah sangat banyak. Mereka menggondhol mi instan itu dengan membuat order fiktif ke perusahaan. Akibat kejadian ini, korban yang merupakan perusahaan distributor sembako itu menderita kerugian Rp 66 juta.
Menurut keterangan, dua tersangka yang ditangkap yakni MC (37) warga Minggir, Sleman dan NI (36) warga Wirobrajan, Yogya. Hingga Kamis (10/9), mereka sudah ditahan dan mendekam di sel tahanan Polsek Godean.
Kapolsek Godean Kompol Paino melalui Kanit Reskrim Iptu Bowo Susilo SH kepada wartawan kemarin mengatakan, dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka mempunyai peran masing-masing. Tersangka MC sebagai pengantar barang dan NI bagian input data.

“Motif tersangka karena alasan ekonomi. Secara bersama-sama mereka melakukan penggelapan barang dagangan berupa mi instan, kemudian dijual di pasaran dengan harga lebih murah,” ucap Iptu Bowo.
Dijelaskan, kasus tersebut bermula saat tersangka MC meminta NI agar membuatkan nota orderan toko untuk mengirimkan barang. Namun orderan itu fiktif lantaran toko yang hendak dikirimi barang sudah tidak beroperasi.
“Jadi NI ini mengetahui kalau order yang diminta MC hanya fiktif. Kemudian mereka bersama-sama melakukan tindak pidana penggelapan itu,” kata Iptu Bowo.
Setelah data diinput oleh NI, kemudian diserahkan ke admin perusahaan sebanyak 100 lembar nota fiktif. Tanpa menaruh curiga, perusahaan kemudian menyuruh MC untuk mengantar barang pesanan sesuai dengan alamat tujuan.

Tersangka pun memperoleh mi instan dalam jumlah banyak yang diambil di gudang. Barang-barang tersebut lantas dijual ke toko-toko di Godean, dengan harga lebih murah. Uang hasil penjualan digunakan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup pelaku, termasuk bayar utang dan biaya pernikahan adiknya.
“Penggelapan itu dilakukan dalam kurun waktu tanggal 10 sampai 18 Agustus 2020. Dengan kerugian perusahaan mencapai Rp 66 juta,” ucapnya.
Aksi tersangka ini terbongkar setelah perusahaan melakukan audit ditemukan kejanggalan. Di mana uang hasil penjulan mi instan itu tidak disetorkan ke perusahaan. Setelah diteliusuri, ternyata toko yang mengorder sembako sudah tak beroperasi.
“Saat dicek di toko yang order ternyata tidak ada. Merasa dirugikan perusahaan kemudian melapor ke Polsek Godean,” katanya.
Setelah laporan itu, penyidik Polsek Godean kemudian melakukan penyelidikan di lapangan. Dari hasil pemeriksaan dan bukti yang didapat, tersangka penggelapan tersebut mengarah ke dua orang karyawan.
“Saat kita lakukan pemeriksaan, kedua orang tersangka langsung mengakui perbuatannya. Kita amankan di kantor dan langsung kita tahan,” beber Iptu Bowo.

Dari hasil pemeriksaan, uang hasil penggelapan tersebut digunakan sepenuhnya oleh tersangka MC. Sedangkan NI hanya memenuhi target penjualan, karena kalau target terpenuhi akan mendapat bonus dari perusahaan.
“Jadi kalau target penjulan, NI akan mendapat bonus. Sehingga NI tidak minta uang hasil penggelapan itu,” tandasnya. Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat Pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
Warga Kulonprogo: Sama Sekali Nggak Repot Pakai Masker

Close