WISATAWAN LUAR YOGYA MULAI BERDATANGAN-Perlu Test Swab Massal Bagi Pedagang Malioboro

YOGYA (MERAPI)- Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menegaskan perlunya dilakukan swab bagi seluruh pedagang di Malioboro menyusul adanya salah satu pedagang yang meninggal akibat positif Covid-19. Sementara itu dilaporkan adanya penambahan 14 pasien positif di Yogya pada Senin (7/9).
“Saya minta kawasan Malioboro dilakukan test Covid-19 untuk rekan-rekan pedagang kaki lima yang lain. Lebih baik swab, setidaknya rapid test dengan validitas yang baik,” ungkapnya, Senin (7/9) di DPRD DIY.
Huda menyoroti ramainya Kawasan Malioboro yang rata-rata dikunjungi orang dari luar Yogyakarta, sehingga perlu dilakukan upaya antisipasi dan jaminan keamanan serta kesehatan bagi para pedagang di kawasan ikonik Yogyakarta tersebut.

“Hal ini penting untuk antisipasi dan menjamin keamanan rekan-rekan PKL sendiri di mana kawasan Malioboro saat ini mulai ramai oleh pengunjung yang rata-rata dari luar daerah,” imbuhnya.
Apabila diperlukan, Huda bahkan menawarkan penggunaan gedung DPRD DIY untuk test massal swab tersebut guna memudahkan warga. Selain itu juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) DIY agar memperhatikan keluarga yang salah satunya reaktif atau positif Covid-19.
“Silakan menggunakan halaman atau sebagian gedung DPRD untuk melakukan test jika memang diperlukan atau bisa juga dilakukan di tempat lain yang lebih representatif,” ungkapnya.
Dia mengatakan jika nantinya ada yang reaktif atau bahkan positif corona harus segera dilakukan perawatan atau karantina dengan semua keperluan keluarganya dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Pemda DIY melaporkan 14 kasus penambahan kasus positif Covid-19, Senin (7/9) dari 458 sampel yang diperiksa pada 404 orang sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 1.571 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan penambahan kasus terdiri dari dua warga Kota Yogyakarta, tiga warga Bantul, satu warga Kulonprogo, dan delapan warga Sleman.
“Dua kasus hasil screening karyawan kesehatan, empat kasus hasil tracing kasus sebelumnya, satu kasus screening luar daerah, dan tujuh kasus masih dalam penelusuran,” ungkapnya.
Selain itu dilaporkan 32 kasus sembuh dari Covid-19, terdiri dari satu warga Kota Yogyakarta, 13 warga Bantul, 16 warga Sleman, dan dua warga luar Yogyakarta. “Sehingga total kasus sembuh sebanyak 1189 kasus,” imbuhnya.(C-4).

Read previous post:
KPU Gunungkidul Intensifkan Sosialisasi Pelaksanaan Pilkada 2020

WONOSARI (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul berencana mengintensifkan sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2020 secara masif, untuk

Close