Guyon Tarik Kelamin Teman, Bocah SD Dipukuli

NGAGLIK (MERAPI)- Seorang pelajar SD berisial D (11) warga Ngaglik, Sleman dipukuli remaja tetangganya, BA (18). Penyebabnya, korban menarik alat vital adik pelaku hingga membuatnya marah. Orangtua korban lapor polisi dan pelaku pun dibekuk polisi, Senin (7/9).
Atas perbuatannya, tersangka saat ini harus mendekam di sel tahanan Polsek Ngaglik. Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi Hari Sulistia didampingi Kanit Reskrim Iptu Budi Karyanto saat dikonfirmasi wartawan kemarin membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, tersangka ditangkap di rumahnya, Rabu (2/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
“Tersangka ini kita tangkap usai bapak korban melapor ke Polsek Ngaglik, Jumat (28/7) lalu,” beber Kompol Tri Adi.

Dalam laporan tersebut, ujar Kompol Tri, bapak korban bercerita bahwa anaknya saat itu didatangi oleh tersangka saat sedang bermain. Setelah menghampiri korban, tanpa banyak kata tersangka lantas memukul korban menggunakan tangan kosong.
“Tersangka ini memukul korban dengan tangan kosong, tapi dengan posisi menggengam tangan sebanyak 2 kali,” ucapnya. Akibat pukulan tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian kepala dan kening. Bapak korban mengetahui hal ini ketika melihat anaknya pulang ke rumah dengan kondisi luka-luka. Dia pun langsung melaporkannya ke Polsek Ngaglik.
Mendapat laporan itu, polisi yang dipimpin Iptu Budi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan korban guna dilakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, ternyata mengarah kepada tersangka BA.

“Setelah cukup bukti dan dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi, kita lakukan penangkapan dan menetapkan BA sebagai tersangka,” ucapnya. Saat dimintai keterangannya, tersangka mengaku memukul lantaran jengkel alat vital adiknya ditarik oleh korban. Tersangka yang emosi kemudian membalas dengan melakukan pemukulan terhadap korban hingga terluka.
Atas perbuatannya, tersangka terancam UU Perlindungan Anak Junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman kurang lebih 4 tahun.(Shn)

Read previous post:
Pendidikan Matematika Siap Digitalisasi Learning

PADA era Revolusi Industri dan abad 21, Pendidikan Matematika berorientasi pada mathematics literacy, yaitu pendidik dan peserta didik mampu mengidentifikasi,

Close