Perampok Sadis Bunuh Penjaga Malam Kampus AKRB

BANTUL (MERAPI)-Setelah sempat buron selama 5 tahun, seorang pembunuh sadis, YW (46) warga Gendeng GK 4/975 Baciro Gondokusuman Yogyakarta berhasil dibekuk aparat Polres Bantul. Pelaku diketahui dengan sadis menghabisi penjaga malam Kampus AKRB Banguntapan Bantul, Witarno (36). Penyebabnya, pelaku kepergok korban saat hendak mencuri di kampus itu.
“Tersangka berhasil ditangkap setelah petugas kepolisian melakukan pencocokan sidik jari laten yang dikoneksikan dengan sidik jari E-KTP. Dari hasil pencocokan diperoleh identitas atas nama tersangka YW. Setalah dirasa cocok polisi selanjutnya melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Rabu 2 Sepetember 2020,” ujar Direskrimum Polda DIY, Kombes (Pol) Burkan Rudi Satria didampingi Kabag Humas Polda DIY Kombes (Pol) Yulianto dan Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi S dalam konferensi pers di lobi Mapolres Bantul, Jumat (4/9).

Disebutkan, dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 linggis dan obeng. Kedua alat itu dilakukan tersangka untuk melakukan aksi pencurian dan pembunuhan terhadap korban.
Seperti diketahui sebelumnya, kasus pencurian dan pembunuhan dilakukan pelaku pada Senin 30 November 2015 pukul 07.20. Kuat dugaan saat itu pelaku hendak melakukan pencurian di area kampus tersebut. Kemudian aksinya kepergok penjaga malam. Karena panik, dia menghabisi korban menggunakan linggis.
Kejadian ini pertama kali diketahui saksi Bambang (35) warga Kasihan Bantul saat dia datang ke Kampus AKRB di Jalan Janti No 3/47 Karangjambe Banguntapan Bantul pada pagi hari usai kejadian. Saat itu saksi mendapati kampus dalam kondisi tertutup. Setalah itu saksi menghubungi seorang karyawan kampus yakni Danang Sudarmono (38) agar membantu untuk masuk ke dalam.

Mereka berhasil masuk melalui genteng. Setelah masuk, keduanya menemukan korban Witarno sudah tewas dengan adanya beberapa luka di kening maupun leher korban. Bahkan diketahui almari yang ada di dalam kondisi acak-acakan dan beberapa barang berserakan dan sebagian hilang. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi. Butuh lima tahun untuk polisi meringkus pelaku. Yakni dengan mencocokkan sidik jari di lokasi kejadian dengan identitasnya.

AKBP Wachyu Tri Budi S menambahkan, sebelum melakukan aksinya di Kampus AKRB, tersangka sempat melakukan pencurian di SMA Depok Sleman dan telah dijatuhi hukuman 1 tahun penjara. Usai divonis satu tahun penjara, pelaku langsung melakukan aksinya di kampus AKRB.
“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasalnya berlapis yakni pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara 20 tahun dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman penjara 15 tahun penjara,” tegas Burkan.(Usa)

Read previous post:
Mandi Dekat Palung, 4 Wisatawan Terseret Ombak Parangtritis

Close