PEMKOT YOGYA GENCARKAN TRACING KLASTER BARU-Pembeli Soto Rapid Test dan Swab Mandiri

UMBULHARJO (MERAPI)- Pemkot Yogyakarta melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menggencarkan pelacakan kasus konfirmasi positif Covid-19. Langkah itu untuk membendung sebaran Covid-19 yang kian meningkat di Kota Yogyakarta termasuk adanya klaster baru. Masyarakat diimbau disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai pertahanan untuk mencegah sebaran Covid-19.
“Kami terus melalukan tracing dan blocking terhadap kasus konfirmasi positif Covid-19 yang ada untuk memutus rantai sebaran. Kami cari riwayat kontak dan perjalanannya,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Kamis (3/9).
Dia mencontohkan masih melakukan pelacakan pada klaster soto Lamongan karena jumlahnya banyak dan harus satu per satu. Sampai kemarin total ada 13 kasus positif Covid-19 dari 25 orang yang tes usap dahak klaster Soto Lamongan. Sumber awal penularan klaster soto juga belum diketahui. Dari hasil penelusuran ada pekerja soto yang pernah melakukan perjalanan dari Kediri dan Nganjuk.

“Beberapa pembeli soto sudah melakukan rapid test maupun swab secara mandiri. Tapi hasilnya kami belum tahu,” ujar Heroe.
Pelacakan riwayat kontak dan perjalanan juga dilakukan pada 3 kasus konfirmasi positif Covid-19 keluarga pedagang kelontong di Lempuyangan Bausasran. Dia menyatakan konfirmasi positif meninggal dunia di Lempuyangan adalah bapak atau suami pedagang kelontong. Dia memiliki penyakit penyerta dan kerentanan tinggi karena aktivitas mobilitas pekerjaan mengantarkan orang.

Pemkot Yogyakarta mencatat per Rabu (2/9), jumlah kasu konfirmasi positif Covid-19 yang dirawat ada 44 orang, sembuh 111 orang, meninggal 8 orang. Kasus probable 2 orang dan 45 orang probable meninggal dunia.
Terkait adanya virus corona yang bermutasi dan menularkan lebih cepat, dia menilai hal itu menjadi ranah para akademisi dan ahli. Menurutnya upaya Pemkot Yogyakarta adalah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid-19. Salah satunya melalui verifikasi protokol Covid-19 di tempat-tempat usaha.
“Apapun bentuk virus dan reaksinya, yang penting kami mencoba menerapkan protokol covid-19. Karena satu-satunya pertahanan kita hanya protocol covid-19. Kami harap masyarakat disiplin melakukan protokol Covid-19 baik di rumah maupun di tempat-tempat publik karena banyak orang tanpa gejala,” tandas Wakil Walikota Yogyakarta itu.(Tri)

Read previous post:
Peluang Masih Terbuka Lebar, Pelaku UMK Yogya Diminta Segera Mendaftar Bansos Produktif

Close