USAI WARUNG SOTO LAMONGAN, MUNCUL KLASTER PEDAGANG KELONTONG-Penularan Corona di Lingkungan Keluarga Makin Marak

KOTAGEDE (MERAPI)-Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta semakin meluas dan marak penularannya di lingkungan keluarga selama sebulan ini. Setelah warung soto, yang terbaru kasus konfirmasi positif Covid-19 ditemukan di kios pedagang kelontong di wilayah Kelurahan Bausasran, Danurejan. Satu pedagang kelontong positif Covid-19 meninggal dunia dan setelah ditelusuri, 2 orang anggota keluarga lainnya juga positif.
“Di Lempuyangan Bausasran ada kasus itu. Ada yang meninggal, pedagang kelontong. Terus kami swab keluarganya empat orang, hasilnya dua orang positif, satu negatif dan satu belum ada hasilnya,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Rabu (2/9).

Dia menjelaskan pedagang kelontong itu sempat menjalani rapid test dan rawat inap karena mengalami gejala demam, batuk, sesak nafas dan keringat dingin. Kemudian dilakukan tes usap pada Selasa (25/8), tapi meninggal dunia pada Rabu (26/8). Hasil usap dahak pedagang kelontong keluar Sabtu (29/8) dan dinyatakan positif.
Dia menyampaikan, atas temuan kasus itu Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan penelusuran terutama terkait riwayat interaksi dan mobilitasnya. Lalu dilakukan usap dahak kepada anggota keluarga pada Minggu (30/8) dan diketahui positif pada Selasa (1/9) sore. Usaha toko kelontong juga sudah ditutup sejak temuan kasus positif Covid-19 pada pedagang itu.

“Kami harap bagi warga yang pernah membeli di kelontong tersebut memeriksakan diri dan melakukan isolasi mandiri. Sembari menunggu hasil proses tracing,” ujarnya.
Dia menyatakan untuk klaster Soto Lamongan ada tambahan 2 kasus konfirmasi positif Covid-19 dari sekitar 6 orang keluarga yang dites usap dahak. Total kasus konfirmasi positif Covid-19 klaster Soto Lamongan menjadi 13 orang.
Diakuinya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta kini mulai marak menular di lingkungan keluarga selama sebulan ini. Dia menyebut kini ada 9 keluarga di Kota Yogyakarta yang terkena positif Covid-19 di antaranya klaster Soto Lamongan dan pedagang kelontong di Bausasran. Kebanyakan kasus penularan Covid-19 pada keluarga juga berasal dari tenaga kesehatan.

“Fenomena kasus Covid-19 banyak yang tanpa gejala. Keluarga rentan penularan karena penerapan protokol rendah dan setiap hari saling ketemu. Makanya kami tekankan tracing dan blocking serta protokol kesehatan,” terang Heroe.
Sementara itu Ahli Epidemiologi UGM Riris Andono Ahmad menilai selama mobilitas masyarakat meningkat maka akan meningkatkan risiko penularan Covid-19. Itu karena virus adalah benda setengah mati yang hidup pada orang hidup. Jika orang berkeliaran maka virus akan ikut. Meskipun ada peningkatan kasus, tapi dia mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia belum membentuk gelombang atau puncak.

“Untuk protokol kesehatan di keluarga memang sulit karena sesama anggota keluarga hidup bersama ada kontak erat. Jika ada salah satu anggota keluarga terinfeksi maka harus karantina diri. Kalau tanpa gejala sulit diketahui. Sebaiknya anggota keluarga yang banyak keluar rumah perlu ditekankan protokol kesehatan di rumah,” tandas Riris.(Tri)

Read previous post:
PELAKU TERANCAM HUKUMAN 7 TAHUN-Lukman Dikeroyok Selama 1 Jam Sebelum Tewas

Close