Positif Corona Tambah 29, Didomominasi warga Kota Yogya

YOGYA (MERAPI)-Pemda DIY mengungkapkan penambahan kasus positif Covid-19 pada Rabu (2/9) sebanyak 29 kasus dari 607 sampel pada 531 orang yang diperiksa. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 1.474 kasus. Di sisi lain ada 25 pasien sembuh dan 2 meninggal.
Penambahan kasus terdiri dari 12 warga Kota Yogyakarta, 4 warga Bantul, 5 warga Kulonprogo, 3 warga Gunungkidul, dan 5 warga Sleman.
“Distribusi kasus terdiri dari dua kasus screening karyawan kesehatan, 11 kasus hasil tracing kasus positif, dua kasus tracing kuar kota, dan 14 kasus masih dalam penelusuran,” ujar Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kemarin.
Selain itu dilaporkan 25 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sehingga total kasus sembuh sebanyak 1.061 kasus yang terdiri dari satu warga Kota Yogyakarta, 22 warga Bantul, satu warga Gunungkidul, dan satu warga Sleman.

“Dua kasus dinyatakan meninggal sehingga total kasus meninggal sebanyak 41 kasus, yakni kasus 1426 laki-laki 60 tahun warga Sleman dan kasus 1359 perempuan 61 tahun warga Sleman,” ungkapnya.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati juga membenarkan ada lima pasien baru, yakni KP-81 seorang perempuan umur 32 tahun warga Pengasih yang memiliki riwayat kontak erat KP-76, KP-82 seorang laki-laki umur 4 tahun warga Pengasih yang memilki riwayat kontak erat KP-76, serta KP-83 seorang perempuan umur 8 tahun warga Pengasih memiliki riwayat kontak erat KP-76.

Selain itu, KP-84 merupakan perempuan umur 30 tahun warga Pengasih memiliki riwayat kontak erat KP-72 dan KP-85 seorang perempuan umur 27 tahun Temon memiliki riwayat kontak erat konfirmasi dari Purworejo (Jawa Tengah).
“Hari ini (kemarin) ada penambahan lima pasien. Pasien positif Covid-19 dari KP-81 hingga KP-84 masih dalam proses isolasi, sedangkan pasien KP-85 sudah diisolasi di Rumah Singgah Teratai Wates,” kata dia.
Terkait dengan perkembangan kasus yang setiap harinya mengalami peningkatan, Dinas Kesehatan sudah berupaya menekan peningkatan kasus COVID-19.
Adapun langkah yang dilakukan mulai dari simulasi di tempat umum, tes cepat untuk pendatang, karantina bagi pendatang dari zona merah dan isolasi bagi kasus positif.

“Hingga saat ini, ruang isolasi di Rumah Singgah Teratai Wates sudah penuh. Kami saat ini sedang menyiapkan penambahan ruangan di lantai dua asrama mahasiswa di kawasan RSUD Wates. Semoga besok sudah bisa dipakai,” katanya.
Sementara itu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X memberikan tanggapan terkait adanya penemuan Covid-19 yang bermutasi menjadi D614G dan diduga sudah masuk ke Yogyakarta.
Sultan menegaskan kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19 secara ketat menjadi kunci menekan persebaran virus. “Saya belum tahu virusnya 16 macam itu apa saja. Tapi yang penting bagi saya bagaimana protokol kesehatan itu dijaga. Jadi ya itu sangat penting cuci tangan, pakai masker, jaga jarak itu saja,” ungkapnya kepada wartawan di Grahatama Pustaka, Yogyakarta.

Berty Murtiningsih menambahkan mutasi virus yang marak diberitakan masih dalam penelitian. “Setahu kami ini masih dalam penelitian, justru dari Kemenkes kemarin menyampaikan bahwa mutasi belum tentu menjadi semakin ganas,” ungkapnya. Berty justru menyampaikan arahan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI agar isu yang beredar tidak menjadikan keresahan di masyarakat.
“Arahan Kemenkes hal ini masih sangat awal dan diminta tidak menjadikan keresahan, tetap mengacu pada pedoman Covid-19 dari kemenkes dan tetap disiplin protokol kesehatan,” tegasnya.(C-4).

Read previous post:
KPU Gunungkidul Luncurkan Maskot dan Jingle Pilkada 2020

WONOSARI (MERAPI)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul meluncurkan maskot dan lagu tema (jingle) pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020,

Close