STATUS TANGGAP DARURAT DIPERPANJANG-Pasien Sembuh di Yogya Tembus 1.026 Orang

YOGYA (MERAPI)-Pemda DIY melaporkan penambahan 28 kasus positif Covid-19 dan dua orang dinyatakan meninggal pada Senin (31/8). Sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 1.425 kasus dan 39 kasus positif meninggal. Di sisi lain, angka kesembuhan juga meningkat dengan tambahan 50 pasien.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan jumlah sampel yang diperiksa kemarin sebanyak 457 sampel dan 348 orang.
“Dua orang meninggal adalah warga Bantul, yakni kasus 1.212 seorang laki-laki berusia 88 tahun dan kasus 1.396 seorang laki-laki berusia 73 tahun,” ungkapnya.
Sementara penambahan kasus positif Covid-19 terdiri dari 6 warga Kota Yogyakarta, 10 warga Bantul, 4 warga Gunungkidul, dan 8 warga Sleman.
“Riwayat kasus terdiri dari 8 kasus hasil screening karyawan kesehatan, 5 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 11 kasus masih dalam penelusuran, dan 4 kasus dari luar daerah,” ungkapnya.

Selain itu dilaporkan 50 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 1.026 kasus dengan rincian 2 warga Kota Yogyakarta, 41 warga Bantul, dan 7 warga Gunungkidul.
Sementara itu Pemda DIY kembali memperpanjang status tanggap darurat Covid-19 selama satu bulan mulai 1 September hingga 30 September 2020.
Status tanggap darurat keempat tersebut ditandatangani oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB melalui Surat Keputusan (SK) 254/KEP/2020. Kebijakan dilaksanakan dengan pertimbangan kasus positif Covid-19 di Yogyakarta masih terus meningkat.
“Melihat pertimbangan kondisi (pandemi Covid-19) saya kira (menjadi alasan) perpanjangan status tanggap darurat di DIY,” ujar Sekda DIY, Baskara Aji saat ditemui di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Senin, (31/8).
Aji mengungkap perpanjangan status tanggap darurat memudahkan Pemda DIY dalam melaksanakan berbagai kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19, khususnya kebijakan yang bersifat darurat.

Selain perpanjangan status, Pemda DIY tengah mengkaji kesiapan dibukanya sektor pendidikan melalui kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Koordinasi dilakukan bersama Gugus Tugas di bidang pendidikan di DIY maupun kabupaten/kota.
“Nanti akan dikaji kapan mulai dibuka untuk SD, SMP dan SMA,” ungkapnya.
Dalam hal ini, perguruan tinggi dinilai lebih siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka mengingat peserta didik merupakan mahasiswa yang sudah dewasa dan dianggap lebih nalar dalam melakukan protokol kesehatan secara ketat.
Oleh sebab itu, sejumlah kampus sudah menyatakan diri siap membuka kembali perkuliahan pada September 2020 ini. “Sarana prasarana yang dimiliki perguruan tinggi juga lebih lengkap dibandingkan sekolah-sekolah. Jadi saya kira pertengahan September nanti beberapa perguruan tinggi sudah mulai proses (dibuka),” ungkapnya.(C-4)

Read previous post:
Masyarakat Berburu Bantuan UKM Rp 2,4 Juta

BANTUL (MERAPI) - Ratusan masyarakat berbondong-bondong mendatangi Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Bantul, Senin (31/8). Kedatangan

Close