Jadi Klaster Baru, 10 Orang Tertular Corona di Warung Soto

UMBULHARJO (MERAPI)- Warung soto Lamongan di Jalan Veteran, tepatnya di utara XT Square menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Yogyakarta. Hal itu menyusul adanya tambahan 10 kasus positif Covid-19 dari hasil penelusuran terhadap penjual Soto Lamongan yang telah terpapar virus corona.
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut dalam penelusuran kasus pada penjual Soto Lamongan telah dilakukan tes usap dahak pada 19 orang. Hasilnya akhirnya ditemukan 10 kasus positif Covid-19. Masih ada 1 orang anggota keluarga penjual soto yang belum melakukan tes usap dahak untuk mendeteksi Covid-19.

“Sepuluh kasus positif itu berasal dari keluarga dan karyawan soto. Oleh karena itu Soto Lamongan sudah menjadi klaster baru Covid-19 di Kota Yogya,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi kepada wartawan, Minggu (30/8).
Dijelaskan, penelusuran kasus dari pembeli diakuinya sulit karena tidak ada catatan para pembeli di warung Soto Lamongan yang berada di tepi jalan itu. Lantaran warung soto Lamongan telah menjadi klaster baru penularan Covid-19, masyarakat yang membeli soto itu dalam kurun waktu selama Agustus diminta segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan. Termasuk melakukan isolasi selama 14 hari.
“Untuk memastikan apakah isolasi mandiri atau tidak, segera datang ke layanan kesehatan terdekat dan ceritakan kasusnya. Tetap berada di rumah, selalu memakai masker dan membatasi sentuhan barang-barang untuk memblocking kasus agar tidak menyebar ke mana-mana,” terang Wakil Walikota Yogyakarta itu.

Seperti diketahui seorang penjual Soto Lamongan diketahui positif Covid-19 pada 24 Agustus 2020 dari hasil uji usap dahak karena memiliki gejala demam sejak 9 Agustus 2020. Lokasi warung soto lalu ditutup sementara sejak Selasa (25/8) dan disemprot disinfektan. Dari pantauan di lokasi, tertempel pengumuman warung soto akan buka kembali pada 8 September 2020.
“Belum boleh (buka). Semua menunggu hasil pemeriksaan nanti seperti apa, sehingga baru dilakukan review dan verifikasi,” ujar Heroe.
Pemkot Yogyakarta sendiri mencatat per Sabtu (29/8) jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dirawat sebanyak 36 orang, sembuh 101 orang dan meninggal 8 orang. Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 itu bertambah 16 orang. Salah satunya dari klaster Soto Lamongan.

Dia menyatakan ada tambahan transmisi lokal, pada kasus karyawan swasta dengan mobilitas transportasi. Dari hasil penelusuran riwayat kontak terhadap keluarga ditemukan 5 kasus tanpa gejala, sehingga isolasi mandiri. Selain itu ada 2 kasus karena riwayat perjalanan luar kota.
Atas tambahan kasus itu dia meminta semua pihak agar lebih ketat menjalankan protokol covid-19 di rumah, tempat kerja, tempat wisata, hotel, restoran, mall, kafe, angkringan dan lainnya. “Pemkot akan terus menggiatkan monitoring dan melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap semua layanan publik. Itu kami lakukan untuk memastikan semua menjalankan protokol covid-19 dengan baik, sungguh-sunguh dan benar,” tandasnya.(Tri)

Read previous post:
Destinasi Pariwisata Sleman Patuh pada AKB

PENGELOLA destinasi pariwisata di Kabupaten Sleman telah menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan sebagaimana yang ditetapkan dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Close