Tertular Corona, Dokter RS PKU Gamping Meninggal

YOGYA (MERAPI)-Seorang dokter bedah yang bertugas di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan meninggal dunia, Minggu (23/8) malam. Sehingga total kasus meninggal hingga saat ini sebanyak 34 kasus. Sementara itu, Gedung DPRD Bantul terpaksa ditutup selama dua hari yakni Senin-Selasa (24-25/8) menyusul seorang anggota dewan terkonfirmasi positif Covid-19.
Pemda DIY mengkonfirmasi dokter meninggal dunia adalah kasus 1.061, laki-laki berusia 58 tahun warga Bantul yang sebelumnya diumumkan positif Covid-19 pada Selasa (18/8) lalu dari hasil screening karyawan kesehatan.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, belum ada informasi apakah dokter tersebut menangani pasien positif Covid-19 atau tidak.

“Belum tahu,” ungkapnya singkat. Berty mengatakan hingga saat ini sudah dilakukan screening pada lebih dari 8.000 karyawan kesehatan meliputi puskesmas dan Rumah Sakit di DIY.
“Kalau screening karyawan kesehatan sudah sekitar 8000-an. Yang positif sekitar 2 persen. Untuk puskesmas sudah selesai, sedangkan yang Rumah Sakit masih berlangsung,” jelasnya.
Sementara itu, dilaporkan penambahan 14 kasus positif Covid-19, Senin (24/8) dari 560 sampel yang diperiksa pada 461 orang, sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 1.207 kasus.
Penambahan pasien yakni kasus 1.199 sampai dengan 1.212 terdiri dari seorang warga Kota Yogyakarta, enam warga Bantul, dan tujuh warga Sleman.
Menurut Berty, riwayat kasus positif Covid-19 meliputi dua orang screening karyawan kesehatan, lima orang kasus tracing kasus sebelumnya, dua orang perjalanan dari luar daerah, satu orang kontak dengan anggota keluarga dari luar daerah, seorang hasil screening masyarakat dan tiga orang masih dalam penelusuran.

Selain itu dilaporkan 20 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19, sehingga total kasus sembuh sebanyak 846 kasus. Terdiri dari seorang warga Kota Yogyakarta, tujuh warga Bantul, empat warga Gunungkidul, dan delapan warga Sleman.
Sementara itu Gedung DPRD Bantul terpaksa ditutup selama dua hari yakni Senin-Selasa (24-25/8) menyusul seorang anggota dewan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Anggota DPRD Bantul terkonfirmasi positif Covid-19 pada Minggu 23 Agustus 2020 dari hasil tracing yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupatennya Bantul,” ujar ketua gugus tugas Covid-19 Bantul dr Sri Wahyu Joko Santoso kepada wartawan, Senin (24/8).
Disebutkan, seorang anggota dewan yang positif Covid-19 itu sebelumnya menjalani uji swab atau PCR pada Sabtu 22 Agustus 2020. Setelah itu sehari sesudahnya didapatkan hasil positif Covid-19.

Meski diketahui positif Covid-19, anggota dewan yang dimaksud ternyata berstatus orang tanpa gejala (OTG). Sebelum menjalani tes, anggota dewan ini memiliki kontak erat dengan salah satu pasien positif Covid-19.
Dengan adanya seorang anggota dewan yang positif Covid-19 maka kantor wakil rakyat tersebut ditutup selama dua hari. Selain melakukan penyemprotan disinfektan, ujar Sri Wahyu, pihaknya akan melakukan tracing kepada orang lain yang sempat kontrak langsung dengan anggota dewan tersebut.
Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Salim menyatakan pihaknya mengakui ada salah satu anggota Komisi A DPRD Bantul diketahui positif Covid-19. Sampai saat ini yang bersangkutan telah menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Bantul.
“Dari informasi yang kami dapatkan, memang anggota dewan ini pernah kontak langsung dengan tenaga kesehatan yang juga positif Covid-19. Sehingga saat dilakukan uji swab hasilnya positif,” jelasnya.(C-4/Usa).

Read previous post:
GIPI DIY Gelar ‘ILC’ Update Perkembangan Pariwisata Yogya

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) DIY dan lima Kadispar Kabupaten/Kota di DIY akan menjadi narasumber bareng Zoominar

Close