Sekeluarga Dibunuh Pakai Pisau Dapur

SUKOHARJO (MERAPI)-Empat orang yang merupakan satu keluarga warga Dukuh Slemben RT 1 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki Sukoharjo dibunuh secara brutal di rumah mereka, Jumat (21/8) malam. Tak berapa lama, polisi berhasil menangkap pelaku yakni HT (41) warga Kecamatan Baki. Pelaku merupakan teman dekat korban dan nekat membunuh untuk mencuri mobil korban.
“Pelaku menghabisi nyawa para korban menggunakan pisau karena terdesak utang dan ingin menguasai harta korban. Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah ada pelaku lain atau tidak,” ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat gelar perkara di Mapolsek Baki, Sabtu (22/8).
Dia mengatakan, Polres Sukoharjo menerima laporan dari pengurus RT dan warga Dukuh Slemben RT 1 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki pada Jumat (21/8) sekitar pukul 21.00 WIB karena ada bau busuk menyengat. Dalam laporannya warga juga menyampaikan ada temuan empat orang pemilik rumah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Korban terdiri dari suami, istri dan dua orang anaknya.

“Korban suami S, istri SH dan dua anaknya masing-masing umur 9 tahun dan 5 tahun ditemukan meninggal di dalam rumah,” ujarnya.
Kapolres melanjutkan, usai melihat kejadian tersebut warga kemudian melaporkan ke Polsek Baki dan diteruskan ke Polres Sukoharjo. Sekitar pukul 22.00 polisi datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polres Sukoharjo juga menerjunkan anjing pelacak untuk membantu proses penyelidikan di lokasi kejadian.
“Hasil dari olah TKP dan pemeriksaan saksi sejak Jumat (21/8) pukul 22.00 – 00.00 WIB. Akhirnya pada Sabtu (22/8) pukul 04.00 WIB pelaku HT (41) berhasil kami tangkap serta sejumlah barang bukti,” lanjutnya.
Penangkapan dilakukan terhadap pelaku HT di rumahnya di wilayah Kecamatan Baki. Polisi berhasil melacak keberadaan pelaku setelah meminta keterangan sejumlah saksi. Selain itu juga pelacakan menggunakan sarana mobil korban yang dibawa pelaku.

Pelaku dan korban terkait kejadian pembunuhan ini merupakan teman dekat hubungan bisnis rental mobil. Korban sendiri diketahui sudah lama menjadi pengusaha rental mobil
“Motif pelaku melakukan pembunuhan karena masalah utang banyak. Pelaku berhutang pada orang lain dan ingin menguasai harta korban untuk membayar utang. Pelaku dan korban sendiri memiliki hubungan dekat sebagai rekan pengusaha rental mobil,” lanjutnya.
Aksi pembunuhan sendiri dilakukan pelaku HT terhadap korban dan keluarganya pada Rabu (19/8) dinihari. Pelaku membunuh korban setelah sebelumnya singgah di rumah.
“Pelaku melakukan aksinya menggunakan pisau dapur di rumah korban. Pelaku melakukan itu karena kepepet utang. Soal inisiatif membunuh kedua anak korban dan lainnya masih kami dalami. Pemeriksaan masih berlanjut,” lanjutnya.
Disinggung soal pembunuhan berencana yang dilakukan pelaku, Kapolres menegaskan polisi masih melakukan pendalaman. Sebab dari hasil pemeriksaan sementara diketahui keterangan pelaku mengambil sendiri pisau di dapur rumah korban sebelum melakukan aksi pembunuhan.

Kapolres melanjutkan, usai melakukan aksi pembunuhan pelaku mengambil harta korban berupa mobil dan menggadaikan kepada orang lain senilai Rp 82 juta. Uang tersebut sudah ditransfer oleh pembeli ke rekening pelaku namun mobil korban belum sampai diserahkan telah ditangkap Polres Sukoharjo.
“Total ada enam orang saksi terus kami mintai keterangan dan pelaku dijerat Pasal 365 junto 338 dan 340 dengan hukuman maksimal seumur hidup,” lanjutnya.
Selain menangkap satu pelaku, ujar Kapolres, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya baju pelaku, pisau, BPKB dan satu unit mobil korban.
Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho menambahkan, pemeriksaan masih terus dilakukan dengan meminta keterangan saksi dan pelaku. Termasuk terkait dugaan adanya pembunuhan berencana yang dilakukan pelaku terhadap satu keluarga korban.

“Dalam kejadian ini pelaku membunuh satu keluarga korban terdiri suami, isteri dan dua anak anak yang usianya masih kecil. Pelaku dari keterangan sementara melakukan aksinya untuk menguasai harta korban,” ujarnya.
Pemeriksaan lanjutan juga dilakukan Polres Sukoharjo untuk mencari ada tidaknya keterlibatan orang lain atau pelaku lain dalam aksi pembunuhan itu. Sebab pelaku dalam melakukan aksinya diduga leluasa sehingga tidak diketahui warga lain di sekitar rumah korban.
Kepala Desa Duwet, Kecamatan Baki, Suparno mengatakan, kronologis kejadian bermula saat warga curiga ada bau busuk menyengat berasal dari rumah korban. Warga awalnya tidak berani mendekat karena kondisi rumah dalam keadaan tertutup. Selain itu di rumah korban juga terdapat kolam ikan yang sempat dicurigai sebagai sumber bau.

Warga kemudian memberanikan diri mendekat pada Jumat (21/8) petang atau usia Magrib untuk mencari sumber bau busuk menyengat tersebut. Saat masuk warga dibuat kaget setelah melihat pemilik rumah tergeletak di lantai dan banyak darah berceceran.
Melihat hal tersebut warga kemudian melaporkan kejadian ke pihak desa dan diteruskan ke Polsek Baki. “Pemilik rumah ini merupakan pengusaha rental mobil atas nama Suranto (35) dan isteri serta dua anaknya ditemukan meninggal,” ujarnya.
Penasehat hukum keluarga korban, Christiansen Aditya SH, Minggu (23/8), mengatakan, perbuatan yang dilakukan pelaku HT kepada keluarga korban sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Sebab pelaku telah menghilangkan nyawa empat orang menggunakan pisau dapur. Kondisi korban mengalami luka tusukan parah.
“Satu keluarga empat korban, termasuk dua anaknya meninggal dengan luka tusuk pisau dilakukan pelaku,” ujarnya.
Christiansen Aditya menegaskan, korban mengalami puluhan luka tusuk oleh perbuatan pelaku. Hal ini sesuai dengan keterangan penyidik dan keluarga korban saat datang ke lokasi kejadian.(Mam)

Read previous post:
Lawan Asam Urat dengan Lelatang

TANAMAN berkhasiat obat dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Tak jarang meski wujud tanamannya sama, namun memiliki nama atau

Close