Panjat Tembok Penjara, Napi Rutan Bantul Kabur

BANTUL (MERAPI)-Seorang narapidana (napi) perkara pencurian berhasil kabur dari Rutan Kelas IIB Pajangan Bantul, Rabu (19/8) sekitar pukul 15.00. Napi asal Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut sebelumnya telah terlibat perkara pencurian dengan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara.
Dalam rekaman CCTV, dia terlihat memanjat tembok penjara tanpa menggunakan alat dengan sengat cepat, yakni sekitar 50 detik.
Kepala Rutan Kelas II B Bantul, Doni Handiansyah kepada wartawan, Kamis (20/8) mengatakan, pihaknya membenarkan adanya seorang napi berhasil kabur dari rutan. Untuk itu pihak rutan masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pelacakan di tempat persembunyiannya. Untuk itu kami telah berkoordinasi dengan instansi lain untuk mencari keberadaan napi tersebut,” ujar Doni saat saat dihubungi wartawan kemarin.
Disebutkan, napi tersebut berhasil kabur dengan cara memanjat dinding tembok dekat masjid yang ada di dalam rutan. Hal itu diketahui dari rekaman kamera kamera CCTV.
Bahkan saat memanjang dinding dilakukan dengan cepat tanpa bantuan alat apapun. “Tidak ada 50 detik napi tersebut memanjat tembok dan berhasil melarikan diri,” jelasnya.
Kaburnya napi dari Rutan Pajangan tersebut diketahui karena adanya laporan warga yang melihat orang mencurigakan yang berada di atas loteng rutan. Setelah itu napi dan tahanan dikumpulkan. Ternyata saat dihitung kurang satu orang.
\
Menurut Doni, saat dilakukan pemeriksaan di setiap sudut rutan tidak diketahui keberadaan napi yang bersangkutan. Setelah diperiksa melalui CCTV diketahui napi tersebut kabur memanjat pagar dinding setinggi 4,5 meter. Aksi napi tersebut memanfaatkan kelengahan penjagaan petugas penjaga tahanan.
Untuk itu Doni mengaku langsung berkoordinasi dengan kepolisian guna melacak keberadaan napi tersebut. “Napi tersebut pernah bercerita kalau kangen keluarganya sehingga kemungkinan dia melarikan diri ingin pulang ke NTB,” jelas Doni.(Usa)

Read previous post:
Pengunjung Maliboro Membludak, Ratusan Aparat Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Close